logo


Soal Label 'Merah', ICW Duga TWK Dibuat Agar Pegawai Tunduk ke Pimpinan KPK

ICW menilai penyelenggaraan TWK sangat buruk

1 Juni 2021 11:15 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia Corruption Watch (ICW) menanggapi label 'merah' yang diberikan pimpinan KPK kepada 51 pegawai KPK yang tidak bisa dibina menjadi ASN.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, menilai label 'merah' tersebut semakin menguatkan dugaan tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk menundukkan pegawai KPK kepada pimpinan.

"ICW berpandangan sembilan indikator tanda 'merah' kepada 51 pegawai KPK semakin menguatkan dugaan publik bahwa Tes Wawasan Kebangsaan ini memang didesain untuk menundukkan seluruh pegawai kepada Pimpinan KPK, terutama Firli Bahuri. Cara-cara seperti ini sangat bertolak belakang dengan nilai dan budaya yang dibangun di KPK," kata Kurnia kepada wartawan, Selasa (1/6).


Pegawai KPK Dilantik Jadi ASN pada Hari Lahir Pancasila, Eks Jubir KPK: Apa yang Ingin Dipaksakan?

Kurnia menyebut bahwa Firli memiliki rekam jejak yang buruk saat mencalonkan sebagai Ketua KPK.

"Betapa tidak, diantara 9 poin indikator tertera perihal penolakan atas pencalonan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK. Sebelumnya penting untuk ditegaskan bahwa Firli Bahuri memiliki rekam jejak buruk saat mencalonkan diri sebagai Pimpinan KPK, jadi, menjadi hal wajar jika sejumlah pegawai, atau bahkan masyarakat luas berbondong-bondong melancarkan kritik terhadap yang bersangkutan," ujarnya.

Ia mempertanyakan dasar ukur TWK atas penilaian Firli.

"Pertanyaan lanjutannya, apakah cara mengukur wawasan kebangsaan didasarkan atas penilaian terhadap Firli Bahuri semata? Jika benar, maka TWK ini hanya dijadikan langkah bersih-bersih," katanya.

KPK Lantik Pegawai Hari Ini, MAKI: Berarti Ada Agenda-agenda Tersembunyi

Halaman: 
Penulis : Admin