logo


Pegawai KPK Dilantik Jadi ASN pada Hari Lahir Pancasila, Eks Jubir KPK: Apa yang Ingin Dipaksakan?

Polemik tes wawasan kebangsaan dan penyingkiran 75 Pegawai KPK belum selesai.

31 Mei 2021 18:15 WIB

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan juru bicara KPK Febri Diansyah menilai pelantikan pegawai KPK menjadi ASN pada 1 Juni 2021 atau bertepatan hari lahir Pancasila terkesan dipaksakan.

Febri menyesalkan tak ada upaya penyelesaian atas polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) dan penyingkiran 75 pegawai berintegritas.

“Apa yang ingin dipaksakan dari pelantikan Pegawai KPK pada 1 Juni 2021 nanti? Sementara polemik tes wawasan kebangsaan dan penyingkiran #75PegawaiKPK belum selesai,” ujarnya di akun Twitter @febridiansyah, dikutip Senin (31/5).


Muhammadiyah: Proses dan Materi TWK yang Jadi Isu Kontroversi Patut Disesalkan dan Dikoreksi

Padahal, lanjut Febri, UU No.19 Tahun 2019 mengatur jangka waktu maksimal Pegawai KPK jadi ASN 2 tahun sejak UU berlaku, yakni 17 Oktober 2021.

Lebih lanjut, Febri mengapresiasi dukungan pegawai KPK yang lolos tes TWK terhadap 75 orang yang disingkirkan.

“Saya menghormati sikap ratusan pegawai KPK. Sekalipun mereka dinyatakan lulus TWK, tapi tetap mendukung #75PegawaiKPK yang disingkirkan,” tuturnya.

Menurut Febri, dukungan tersebut bukan sekadar solidaritas sebagai teman, melainkan solidaritas dalam pemberantasan korupsi.

“Kita paham, ini bukan soal lulus/tidak, tapi tes yang bermasalah,” tuntasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkapkan,  pemilihan hari pelantikan pegawai KPK sebagai ASN pada 1 Juni 2021 atau bertepatan pada hari lahir Pancasila untuk menunjukkan bahwa pegawai KPK seorang Pancasilais.

“Untuk memperingati dan menghormati Hari Lahir Pancasila, sehingga secara simbolik untuk menyatakan bahwa pegawai KPK Pancasilais,” kata Ghufron dalam keterangan tertulis, Minggu (30/5).

Tunggu 2024! Andi Arief Janjikan KPK Kembali Kuat Bersama Demokrat

Halaman: 
Penulis : Iskandar