logo


Muhammadiyah: Proses dan Materi TWK yang Jadi Isu Kontroversi Patut Disesalkan dan Dikoreksi

Dadang mengatakan bahwa masalah korupsi adalah masalah bersama, jika dibiarkan akan menjadi beban negara.

31 Mei 2021 11:15 WIB

Dadang Kahmad
Dadang Kahmad ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Muhammadiyah menanggapi polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK. Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, menyesalkan proses dan materi TWK.

"Proses dan materi TWK yang menjadi isu kontroversi patut disesalkan dan dikoreksi karena menunjukkan bias, reduksi, dan tidak objektif yang substansinya tidak berkaitan langsung dengan integritas, tugas, dan amanat para pegawai KPK yang semestinya memenuhi kriteria yang standar, profesional, dan objektif," kata Dadang dalam keterangannya, Senin (31/5).

Dadang menyarankan proses TWK dan seleksi yang bermasalah ditinjau ulang agar tidak ada kegaduhan.


Ngotot Pelantikan ASN Tanggal 1 Juni, Pimpinan KPK: Agar Pegawai KPK Pancasilais

"Proses TWK dan seleksi pegawai KPK yang bermasalah penting ditinjau ulang agar tidak menimbulkan kegaduhan berkelanjutan," katanya.

Dadang mengatakan bahwa masalah korupsi adalah masalah bersama, jika dibiarkan akan menjadi beban negara.

"Pimpinan KPK dengan seluruh unsur yang terdapat di dalamnya, termasuk para penyidik, dengan pertanggungjawaban moral yang tinggi betul-betul dituntut menjalankan tugas dan amanah secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel dalam penanganan kasus-kasus korupsi tanpa tebang pilih serta bebas dari kepentingan apapun yang memperlemah posisi dan fungsi KPK yang bermartabat," tutur Dadang.

"Semua pihak khususnya warga negara agar memiliki perhatian yang serius dalam berpartisipasi melakukan usaha pencegahan dan pemberantasan korupsi untuk menyelamatkan Indonesia," imbuhnya.

Polemik TWK Bersamaan dengan Kasus Korupsi Bansos, PKS: Rasa Keadilan Semakin Terkoyak

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata