logo


Vaksinasi Menjadi Game Changer Pemulihan Ekonomi Nasional

Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang dikawal ketat dan Program Vaksinasi untuk menjaga kesehatan masyarakat menghadapi covid-19.

30 Mei 2021 16:06 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dok. jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah mentargetkan pertumbuhan ekonomi yang kembali positif tahun 2021 ini melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang dikawal ketat dan Program Vaksinasi untuk menjaga kesehatan masyarakat menghadapi covid-19.

Sebagai komponen utama dari ekonomi tentunya masyarakat yang sehat akan menghidupkan perekonomian  dalam berbagai sektor, mulai dari manufaktur, pendidikan, umkm, pariwisata dan lainnya.

Hal tersebut diutarakan oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidan Perekonomian dalam penjelasannya di acara Webinar Nasional Vaksin dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan Oleh Jurnalisme Profesional Untuk Bangsa (JProf) pada Jumat (28/5/2021).


Soal Vaksin untuk Jemaah Haji, PKS: Pemerintah Harus Aktif Lobi Arab Saudi

“Vaksinasi Covid-19 sebagai game changer, sebagai langkah yang krusial untuk menentukan kesuksesan kita dalam mengakhiri pandemi. Untuk mencapai imunitas masyarakat, dibutuhkan 70% penduduk atau sekitar 181 juta masyarakat Indonesia yang perlu di vaksinasi," tutur Airlangga.

Beliau membeberkan pentingnya dampak vaksinasi di Indonesia terhadap penurunan angka kematian dan diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan kebijakan PPKM memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan penanganan pandemi yang semakin baik, diprediksi bahwa perekonomian akan kembali di jalur positif, yaitu di angka 4,5 – 5,3% dan tentunya ini akan kembali didorong dengan lipom struktural, yang menjadi pendongkrak ekonomi di jangka menengah," tambah Airlangga.

Airlangga dengan tegas menyebutkan bahwa program Pemulihan Ekonomi Nasional tetap dilaksanakan pada tahun ini. Hal tersebut dilakukan untuk menstimulus masyarakat untuk kembali normal dan berada di jalur positif.

“Oleh karena itu, untuk mempercepat pemulihan ekonomi dalam jangka pendek pemerintah melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional, yang di tahun ini dianggarkan mendekati 700 trilyun dan realisasi PEN 26,3% dari pagu atau sebesar 183,98 trilyun. Di jangka menengah dan panjang, lipom struktural yang dilakukan melalui UU Cipta Kerja, diharapkan bisa mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional untuk mengampingkan regulasi dan meningkatkan rangking dari is of doing business di Indonesia,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Rosan Roeslani. Ia menyebut sejumlah perusahaan mengalami penurunan permintaan akibat pandemi Covid-19.

"Secara umum, 8 dari setiap 10 perusahaan mengalami penurunan permintaan akibat pandemi Covid-19. Sekitar 53,17 persen UMB dan 62,21 UMK mengalami kendala pegawai dan operasional," tutur Rosan.

Ia berharap dengan adanya vaksinasi tahun 2021 maka akan mengembalikan kembali pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan adanya vaksinasi 2021, ditambah dengan akselerasi reformasi dan dukungan ekspansi fiskal akan mengembalikan pertumbuhan ekonomi menjadi positif," tegas Roslan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparekraf), Sandiaga Uno juga optimis bahwa sektor pariwisata akan bangkit kembali menopang perekonomian nasional.

"Ada 4 program yang diluncurkan Kemenpar, yakni, revitalisasi destinasi dan peningkatan confident pasar, pemulihan permintaan domestik yang terkendli, pemulihan permintaan internasional secara bertahap dan melanjutkan pengembangan pariwisata sesuai RPJM," jelas Sandiaga.

Sandiaga mengatakan bahwa Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia menjadi program unggulan dalam meningkatkan daya saing melalui sektor pariwisata.

"Dukungan diberikan bagi pelaku usaha UMKM berbasis Ekonomi Kreatif yang onboarding di digital marketplace dan peningkatan daya beli masyarakat terhadap produk UMKM Ekonomi Kreatif," ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta seluruh masyarakat untuk saling mendorong guna mensukseskan vaksinasi demi pemulihan sektor perekonomian Nasional.

Irlandia Wajibkan Sertifikat Vaksin Covid-19 sebagai Dokumen Perjalanan Internasional

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati