logo


Presiden Kolombia Minta Militer Turun Tangan Atasi Gelombang Protes

Warga Kolombia sejak bulan lalu telah menggelar aksi unjuk rasa menentang rencana pemerintah melakukan reformasi pajak

30 Mei 2021 07:06 WIB

Gelombang aksi protes di Kolombia menentang rencana pemerintah meningkatkan nilai pajak
Gelombang aksi protes di Kolombia menentang rencana pemerintah meningkatkan nilai pajak AP

BOGOTA, JITUNEWS.COM - Presiden Kolombia Ivan Duque telah menginstruksikan kepada pihak militer untuk mengerahkan unit pasukan ke delapan provinsi guna menangani gelombang unjuk rasa yang berlangsung.

Gubernur Cauca, Valle del Cauca, Narino, Huila, Norte de Santander, Putumayo, Risaralda, dan Caqueta juga telah diminta untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pasukan militer untuk membuka blokade jalan yang dilakukan oleh para pengunjuk rasa. Selain itu, Ivan Duque juga mendesak pemerintah setempat untuk memberlakukan aturan jam malam dan pembatasan sosial di teritorialnya.

Gelombang unjuk rasa mulai berlangsung sejak bulan April lalu, dimana warga masyarakat menggelar aksi turun ke jalan untuk menentang keputusan pemerintah melakukan reformasi pajak. Sejumlah serikat dagang dan pelaku usaha sebelumnya sudah memperingatkan bahwa reformasi pajak tersebut akan berdampak langsung terhadap pendapatan 1,5 juta buruh yang ada di negara tersebut.


Terkait Insiden Pesawat Ryanair, AS Siapkan Sanksi Tambahan bagi Belarus

Pada awal bulan lalu, Duque juga meminta pihak Kongres untuk membatalkan penetapan kebijakan tersebut untuk direvisi terlebih dahulu.

Sementara itu, dalam sebuah briefing juru bicara PBB Faran Haq mengatakan bahwa aksi protes dan pemblokiran jalan tersebut menghambat pasokan suplai barang dan jasa ke sejumlah kota di Kolombia.

 

Khabib Nurmagomedov Jawab Spekulasi terkait Come Back ke UFC

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia