logo


Terkait Insiden Pesawat Ryanair, AS Siapkan Sanksi Tambahan bagi Belarus

Juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintahan Joe Biden akan kembali menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat pemerintah Belarus terkait insiden pendaratan darurat dan penangkapan salah satu penumpang pesawat Ryanair

30 Mei 2021 05:44 WIB

Pesawat Ryanair dipaksa mendarat darurat di Belarus
Pesawat Ryanair dipaksa mendarat darurat di Belarus Reuters

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat pada Jumat (28/5) menyatakan tengah mempersiapkan daftar nama pejabat pemerintahan Belarus yang nantinya akan mereka jatuhi sanksi terkait insiden pendaratan darurat pesawat Ryanair rute penerbangan Athena-Vilnius pada pekan lalu, dan penangkapan seorang jurnalis, Roman Protasevich.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa Amerika Serikat juga akan menangguhkan perjanjian yang sepakati oleh Washington dan Minsk di tahun 2019 lalu yang mengijinkan maskapai penerbangan asal Belarus melintas di wilayah udara AS.

Dalam sebuah pernyataan, Psaki meminta Lukashenko untuk memberikan ijin otoritas penerbangan internasional untuk menggelar proses investigasi terkait insiden pendaratan darurat pesawat Ryanair di bandara internasional Minsk.


Bashar Assad Menang Pilpres, Iran Akan Tingkatkan Kemampuan Pertahanan Suriah

Psaki menambahkan bahwa sanksi terhadap pejabat pemerintah Belarus tersebut tidak hanya dijatuhkan oleh Amerika Serikat saja, melainkan semua negara aliansi AS, termasuk Uni Eropa, mengingat insiden penangkapan jurnalis yang menjadi salah satu penumpang Ryanair tersebut merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.

Untuk diketahui, AS sebelumnya sudah menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap delapan pejabat pemerintah Belarus pada tahun lalu terkait proses pemilu Belarus yang dianggap penuh kecurangan sehingga Alexander Lukashenko dapat kembali terpilih sebagai presiden.

 

Lukashenko Sudah Berikan Informasi Detail soal Insiden Pesawat Ryanair kepada Putin

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia