logo


Kasus 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos, Camel Lubis: Bukti Bobroknya Pengelolaan Bansos

Politisi Partai Golkar tersebut menilai kasus data ganda penerima bansos mengindikasikan bobroknya manajemen bansos yang ada di Kemensos selama ini.

29 Mei 2021 11:31 WIB

Politisi Partai Golkar Camelia Panduwinata Lubis
Politisi Partai Golkar Camelia Panduwinata Lubis istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Golkar Camelia Panduwinata Lubis ikut menyoroti laporan Menteri Sosial Tri Rismaharini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perihal 21 juta data ganda penerima bantuan sosial (bansos) yang telah dinonaktifkan.

Mencuatnya kasus data ganda penerima bansos menurut Camel mengindikasikan bobroknya manajemen bansos yang ada di Kemensos lalu.

"Saya sungguh sangat prihatin dengan terbukanya kasus ini. Setelah persoalan korupsi bansos Covid yang diungkap KPK dan melibatkan pucuk pimpinan di Kemensos, kini ada lagi kasus yang sungguh sangat mengenaskan kembali diungkap. Ini bukti bahwa bobroknya pengelolaan bansos," ujar Camel Lubis kepada wartawan, Sabtu (29/5).


Novel Ungkap Korupsi Bansos Capai Rp 100 T, KSP Pertanyakan Proyek yang Dimaksud

Camel pun meminta Mensos Risma untuk menjelaskan carut marut pengelolaan bansos agar publik mengerti siapa yang diuntungkan dengan adanya data ganda penerima bansos.

Ia pula mendorong KPK untuk segera mengungkap pelaku dan otak 21 juta data ganda penerima bansos. Di DPR, Bendahara Umum KITA dan HKTI itu juga mendukung untuk dibentuknya Panitia Khusus (Pansus).

"Ini persoalan serius, jangan sampai kemiskinan dijadikan bancakan dan permainan politik oleh oknum-oknum yang tidak punya hati," imbuh Camel Lubis.

PKB Minta Risma Bekerja Lebih Sistematis, Jangan Heroisme Individualistik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia