logo


Rusia Tidak Terlibat dalam Insiden Pendaratan Darurat Ryanair di Belarus

Juru bicara pemerintah Rusia menegaskan bahwa tidak ada satu pun lembaga Rusia yang terlibat dalam insiden pendaratan darurat Ryanair di Belarus pada pekan lalu

28 Mei 2021 20:00 WIB

Pesawat Ryanair dipaksa mendarat darurat di Belarus
Pesawat Ryanair dipaksa mendarat darurat di Belarus Reuters

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Otoritas Penerbangan Rusia menyatakan bahwa pihaknya maupun lembaga Rusia lain tidak terlibat dalam insiden pendaratan darurat pesawat terbang komersial Ryanair di Belarus pada pekan lalu. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (28/5).

Ia mengatakan bahwa pemerintah Rusia menyambut baik rencana Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menggelar investigasi terkait insiden tersebut.

Pada Kamis (27/5), ICAO mengumumkan bahwa mereka tengah melakukan investigasi usai para pemimpin Uni Eropa memutuskan untuk melarang semua maskapai asal Belarus terbang di wilayah udara Uni Eropa, dan meminta maskapai asal negara anggota Uni Eropa untuk tidak terbang diatas wilayah udara negara Eropa timur tersebut.


Rusia Siap Bangun Kembali Dialog dengan Uni Eropa

Para menteri luar negeri Uni Eropa juga berencana menjatuhkan sanksi terhadap Belarus terkait insiden pendaratan paksa Ryanair tersebut.

Pada 23 Mei, sebuah pesawat terbang Ryanair melakukan perjalanan dari Athena, Yunani, menuju Vilnius, Lithuania. Saat melintas di wilayah udara Belarus, pesawat tersebut diminta melakukan pendaratan darurat dan diarahkan oleh angakatan udara Belarus untuk mendarat di bandara internasional Minsk menyusul adanya ancaman bom yang kemudian terbukti palsu.

Seorang jurnalis yang merupakan tokoh oposisi Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Roman Protasevich, yang juga menjadi salah satu penumpang, ditangkap oleh pihak keamanan setelah pesawat Ryanair mendarat.

Ia kini terancam dihukum lima belas tahun penjara atas sejumlah tindak kejahatan yang sebelumnya ia lakukan di Belarus, termasuk mengorganisir aksi protes yang terjadi selama berbulan-bulan di Belarus usai Lukashenko memenangkan kembali pemilu pada tahun lalu.

Microsoft Bilang Ratusan Lembaga di AS Jadi Incaran Hacker Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia