logo


Buntut Pemaksaan Pendaratan Ryanair, Uni Eropa Bakal Jatuhkan Sanksi Ekonomi terhadap Belarus

Para menteri luar negeri Uni Eropa mengadakan pertemuan di Lisbon, Potugal, untuk membahas mengenai sanksi yang akan mereka jatuhkan kepada sektor perekonomian Belarus

27 Mei 2021 18:49 WIB

Pesawat Ryanair dipaksa mendarat darurat di Belarus
Pesawat Ryanair dipaksa mendarat darurat di Belarus Reuters

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Komisi Uni Eropa berencana untuk mengeluarkan sanksi baru terhadap Belarus menyusul tindakan pemerintah Belarus memaksa pesawat Ryanair melakukan pendaratan darurat untuk menangkap seorang jurnalis yang menjadi salah satu tokoh oposisi Presiden Alexander Lukashenko.

Insiden penangkapan tersebut disebut oleh sejumlah petinggi Eropa sebagai "pembajakan yang dilakukan oleh sebuah negara", dimana mereka akan menjatuhkan sanksi yang serius terkait tindakan Belarus tersebut.

Para menteri luar negeri anggota Uni Eropa pada Kamis (27/5) ini dikabarkan menggelar pertemuan di Lisbon, Portugal, guna membahas mengenai sektor mana yang memiliki peran sentral dalam perekonomian Belarus yang akan mereka jatuhi sanksi.


Muncul Klaster Covid-19, Negara Bagian Australia Ini Lockdown Lagi

"Pembajakan pesawat dan penahanan dua penumpang sangat tidak dapat diterima, dan kami akan memulai pembahasan mengenai implementasi sanksi ekonomi dan sektoral," kata Kepala Kementerian Luar Negeri Uni Eropa Joseph Borrell kepada para wartawan sebelum pertemuan dilakukan, dikutip Reuters.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Luxemburg Jean Asselborn mengatakan: "Kita tahu Belarus menghasilkan banyak sekali potasium, mereka adalah salah satu penyuplai terbesar secara global, dan saya pikir ini akan sangat melukai (Presiden Alexander) Lukashenko jika kita menjatuhkan sesuatu (sanksi) di sektor tersebut."

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis mengatakan bahwa Uni Eropa juga harus menjatuhkan sanksi terhadap sektor minyak Belarus, sementara Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas juga meminta sektor transaksi finansial Belarus untuk dijatuhi sanksi.

"Kita bisa membahas mengenai sektor produk minyak," kata Gabrielius.

 

Kedubes China Desak AS Berhenti Politisasi Asal Usul Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia