logo


Wewenang KPK Lebih Tinggi, Pengamat KPK Sebut ICW Salah Kaprah Minta Kapolri Tarik Firli

Kapolri bisa menarik Firli apabila tindakan indispliner yang dilakukan masih dalam ranah kepolisian.

27 Mei 2021 08:30 WIB

Ketua KPK Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri Dok. Jitunews/Khairul

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ahli hukum tata negara Universitas Padjajaran, Indra Perwira mengkritik rencana Indonesia Corruption Watch (ICW) yang hndak mengirim surat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, surat permintaan untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri yang dinilainya melakukan tindakan indisipliner tidaklah tepat.

"Pemilihan Ketua KPK ini kan sudah dikaji kelayakan dan kepatuhan oleh DPR secara terbuka. Ada panitia seleksinya juga. Jadi tidak bisa minta pemberhentiannya ke Kapala Kepolisian Republik Indonesia yang jelas-jelas tidak sinkron dan tidak punya wewenang," kata Indra seperti dilansir Suara.com, Rabu (26/5/2021).

Indra mengatakan bahwa KPK dan Polri adalah lembaga yang berbeda. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa Kapolri tidak mempunyai wewenang terhadap KPK.


51 Pegawai KPK Diberhentikan, ICW Duga Ada Kelompok yang Bersekongkol dengan Firli Bahuri

"Apapun itu, Firli itu ketua lembaga yang berbeda dengan Kepolisian Indonesia yang sama-sama lembaga pemerintahan. KPK itu bukan underbrow-nya Kepala Kepolisian Indonesia dan merupakan dua lembaga yang terpisah. Legitimasi Pimpinan KPK, anggota yang duduk di sana itu, bukan atas perintah kepala Kepolisian Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, Kapolri bisa menarik Firli apabila tindakan indispliner yang dilakukan masih dalam ranah kepolisian.

"Satu-satunya hal yang bisa dilakukan Kepala Kepolisian Indonesia untuk menarik Firli adalah apabila dia melakukan tindakan indisipliner dalam kategori kepolisian. Jadi wewenangnya hanya dalam ranah kepolisian saja," jelasnya.

Pimpinan KPK Dinilai Langgar Kode Etik Dewas, ICW: Segera Sidangkan!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati