logo


3000 Pekerja Giant Terancam PHK, KSPI Sebut Bukti Nyata Omnibus Law Tak Seperti Penjelasan Menteri

UU Cipta Kerja disebut akan membuka banyak lapangan kerja, menarik investor, dan mencegah PHK.

27 Mei 2021 08:15 WIB

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI), Said Iqbal
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI), Said Iqbal Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), mengatakan bahwa sekitar 3.000 pekerja terancam terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas penutupan gerai Ginat di seluruh Indonesia.

"Dengan ditutupnya gerai Giant di seluruh Indonesia, 3.000 buruh berpotensi ter-PHK," kata Said Iqbal seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (26/5/20021).

Said meminta agar perusahaan tidak terburu-buru menetapkan keputusan terkait nasib pekerja Giant. Ia juga meminta agar pihak perusahaan berunding terlebih dahulu dengan serikat pekerja Hero Group.


UU Cipta Kerja Sudah Sah, Luhut Ajak Investor Asing Tanam Saham di Indonesia

"Perusahaan jangan tergesa-gesa dan memaksakan kehendak terhadap kasus PHK besar-besaran di Giant. KSPI bersama ASPEK Indonesia akan mengawal terhadap proses PHK ribuan pekerja di Giant," tegas Iqbal.

Lebih lanjut, Said menilai bahwa rencana PK massal pekerja Giant membuktikan bahwa UU CiptaKerja tidak seperti penjelasan para menteri. Dimana, UU Cipta Kerja disebut akan membuka banyak lapangan kerja, menarik investor, dan mencegah PHK.

"Ada informasi, penyebab dari tutupnya 80 gerai Giant di seluruh Indonesia adalah akibat ditariknya saham yang berasal dari investor Hong Kong dari Hero Group," ungkap Said.

Oleh karena itu, ia meminta agar Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan KSPI terkait pencabutan UU Cipta Kerja.

"KSPI meminta Pemerintah dan Hakim MK mencabut omnibus law UU Cipta Kerja dan mencari strategi penyelamatan terhadap ledakan PHK di tengah pandemi yang belum usai," pintanya.

 

Omnibus Law Bisa Pulihkan Ekonomi pasca Pandemi, Airlangga Sebut Timing-nya Sudah Tepat

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati