logo


Negara Darurat Keuangan, Demokrat Menunggu Pidato Presiden

Sejumlah infrastruktur selera personal akan mangkrak.

25 Mei 2021 19:00 WIB

Andi Arief
Andi Arief Twitter @andi_arief

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyoroti kondisi keuangan Indonesia yang kian mengkhawatirkan, terlebih di era pandemi Covid-19. Dia menyebut keadaan ini bakal berimbas pada terbengkalainya sejumlah infrastruktur.

Dalam kondisi demikian, Andi menantikan sikap Presiden Joko Widodo. Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu tampak tak sabar menunggu pidato sang kepala negara.

“Negara darurat keuangan, sejumlah infrastruktur selera personal akan mengkrak, menunggu pidato Presiden,” ujarnya lewat akun Twitter @AndiArief__, dikutip Selasa (25/5).


Desak Jokowi Terbuka soal Penanganan Covid-19, Demokrat: Rakyat Bosan dengan Janji...

Seperti diketahui, Kemenkeu mencatat posisi utang pemerintah per akhir Maret 2021 mencapai Rp6.445,07 triliun atau setara dengan 41,64 persen dari PDB Indonesia.

Posisi utang tersebut meningkat 1,3 persen jika dibandingkan dengan posisi utang pemerintah pada Februari 2021 yang tercatat sebesar Rp6.361 triliun.

“Secara nominal, posisi utang pemerintah mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hal ini disebabkan kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada dalam fase pemulihan akibat penurunan ekonomi yang terjadi di masa pandemi Covid-19,” tulis Kemenkeu dalam laporan APBN Kita edisi april 2021, dilansir dari Bisnis.com.

Sebut Novel Baswedan Serang Jokowi Lewat Isu Korupsi Rp100 T, Politisi PDIP: Itu Cara Licik dan Culas!

Halaman: 
Penulis : Iskandar