logo


Soal Pembahasan RUU Landas Kontinen, LKKB: Patut Dicurigai

LKKB meminta masyarakat untuk ikut mengawasi pembahasan RUU Landas Kontinen karena berpotensi memicu tindak pidana korupsi

25 Mei 2021 09:50 WIB

Laut Natuna
Laut Natuna Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Lembaga Kajian Kedaulatan Bangsa (LKKB) mengajak masyarakat ikut mengawasi pembahasan RUU Landas Kontinen yang saat ini tengah dibahas oleh DPR. Juru bicara LKKB, Saefuddin, menilai rencana pemerintah melakukan perubahan atas undang-undang nomor 1 tahun 1973 tentang landas kontinen ini berpotensi memunculkan tindak pidana korupsi dalam jumlah besar.

"Rencana pemerintah melakukan perubahan atas undang-undang nomor 1 tahun 1973 tentang landas kontinen harus menjadi perhatian bersama. Sebab berpotensi mendegradasi kedaulatan bahkan memunculkan korupsi besar-besaran," kata Saefuddin dalam siaran pers yang diterima oleh redaksi Jitunews.

"UU yang berlaku hampir empat dasarwarsa tersebut, lanjutnya, selaiknya mendapatkan pembaharuan yang di disesuaikan dalam kontek kekinian. Namun, dalih ingin memperkuat kedaulatan, dalih eksplorasi alam dan pertahanan bisa menjadi komoditi politik yang dapat dijualbelikan," lanjutnya.


Polandia Bakal Jadi Negara NATO Pertama yang Beli Drone Militer dari Turki

Menurutnya, antusiasme pemerintah yang terlalu tinggi dalam melakukan eksplorasi besar-besaran dalam revisi RUU Landas Kontinen sangat mencurigakan. Terlebih, teknologi serta SDM yang dimiliki oleh Indonesia masih sangat terbatas untuk melakukan eksplorasi.

"Semangat pemerintah yang ketara kuat hendak melakukan eksplorasi besar-besar dalam revisi RUU Landas Kontinen, patut dicurigai. Menimbangkan kesiapan dan keterpenuhan SDM serta teknologi yang memadai. Jadi, jangan sampai eksplorasi tersebut dikuasai asing dan hanya segelintir elit yang menikmati," imbuhnya.

Belum lagi, lanjutnya, di sisi pertahanan. Ia menilai keinginan pemerintah lebih besar nafsu dari pada tanggung jawab yang seharusnya dilaksanakan.

"Dari soal pencurian ikan, konflik laut china selatan, hingga masuknya drone kapal selam china ke perairan laut Indonesia yang hanya disikapi diam oleh menteri pertahanan menunjukkan kesigapan pemerintah hanya berada pada kelas rata-rata," tukasnya.

PKB Minta Risma Bekerja Lebih Sistematis, Jangan Heroisme Individualistik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia