logo


Hama dan Penyakit Ini Jadi Momok Menakutkan Bagi Petani Jagung Manis, Lho!

Budidaya jagung manis lebih rentan dari serangan hama dan penyakit dibanding dengan jagung biasa

5 Mei 2015 14:53 WIB

Jagung yang terkena serangan dari hama tikus (Ist)
Jagung yang terkena serangan dari hama tikus (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Waktu budidaya yang singkat, dan harga yang terus meningkat tentu menarik banyak petani untuk menanam jagung manis. Jagung manis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang menjadi primadona.

Dari tingkat kemanisan, jagung manis memiliki derajat kemanisan lebih tinggi yakni sekitar 13-18 briks, sedangkan jagung biasa hanya sekitar 9-11 briks. Meski demikian rasa manisnya tetap aman bagi penderita diabetes, karena bukan glukosa, melainkan fruktosa (sejenis polimer gula atau sering disebut sebagai gula buah).

Menilik sisi budidayanya, budidaya jagung manis lebih rentan dari serangan hama dan penyakit dibandingkan dengan jagung biasa. Menurut ahli jagung dari IPB, Fred Rumawas, penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung adalah bulai, hama daun, ulat gerayak. (Baca juga Teknik Jitu Budidaya Jagung Manis)


Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

”Tingkat kegagalan budidaya jagung sendiri bisa berkisar 10% sampai 20%, tergantung iklim, dan hama penyakit yang menyerang,” paparnya.

Nah, berikut JITUNEWS ulas jenis-jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman jagung manis :

Bulai (downy mildew). Penyakit ini selalu menjadi momok menakutkan bagi para petani jagung. Serangan bulai disebabkan oleh jamur Sclerospora Maydis. Beberapa faktor yang mendorong penyakit ini adalah suhu yang tinggi lebih dari 32°C dengan kelembaban tinggi. Penularan penyakit cendawan ini disebarkan melalui benih spora dengan perantaraan angin, sehingga penyakit ini dapat terbawa sampai jauh.

Gejalanya pada jagung berumur 2-3 minggu biasanya bentuk daunnya meruncing dan kecil, daunnya kaku, warna kuning atau kuning kehijauan dan pada sisi bawah daun biasanya berwarna putih. Sedangkan pada jagung usia 3-5 minggu, daun yang sedang membuka akan berubah warna menjadi kuning kehijauan dimulai dari pangkal daun, dan pada jagung yang sudah mulai berbuah, tongkolnya menjadi tidak normal, baik bentuk maupun isinya.

Bila tanaman sudah terserang, bisa dilakukan pencabutan tanaman yang terserang lalu dimusnahkan, agar tidak menular. Sedangkan untuk  pencegahannya bisa disemprot dengan fungisida seperti Ridomil dan Curacron dengan dosis 1,5- 2,5 cc/ liter air, dan untuk membasmi hama lainnya seperti ulat penggerek bisamenggunakan Amistrartop atau Furadan 3G sebanyak 18 kg/ha.

Penggerek Batang Jagung. Hama ini sering menyerang tanaman jagung manis pada fase vegetatif dan generative. Kerusakan pada tanaman ini karena larva menggerek bagian batang tanaman untuk mendapatkan makanan. Penggerek batang dapat ditanggulangi secara teknis dengan mengatur rotasi tanam seperti dengan kedelai dan kacang tanah.

Ulat Tongkol. Hama ini sering menyerang tanaman jagung manis khususnya pada bagian tongkol jagung. Pencegahan pada hama ini adalah dengan menerapkan pengolahan tanah yang baik. Cara ini dapat mengurangi populasi ulat tongkol berikutnya.

Kutu Daun. Kutu daun juga sering menyerang tanaman jagung manis. Hama ini mengeluarkan embun madu pada daun yang berubah menjadi jelaga warna hitam. Musuh utama hama ini adalah lysiphlebus, mirzai, coccinelasp dan micrapis sp. Kultur teknis yang bisa dilakukan untuk menghindari serangan hama ini salah satunya dengan melakukan polikultur tanaman atau menumpangsarikan jagung manis dengan tanaman lain.

Tikus. Hama tikus biasa menyerang tanaman jagung manis yang ditanam di lahan sawah. Tikus memakan tongkol muda yang sedang matang susu. Umumnya tikus memakan tongkol  dari ujung  hungga pertengahan pangkal. Pengendalian hama tikus secara organik adalah dengan memburu dan membasmi tikus yang bersarang dekat jagung manis di tanam.

Baca juga Tips Jitu Budidaya Jagung Manis

 

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana