logo


Meski Pertempuran Sudah Berakhir, Israel Tetap Akan Berupaya Bunuh Pemimpin Militer Hamas

Menteri Pertahanan Israel menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengejar dan mengeliminasi pemimpin sayap militer Hamas, Mohammed Deif

23 Mei 2021 08:30 WIB

Kelompok perjuangan rakyat Palestina, Hamas
Kelompok perjuangan rakyat Palestina, Hamas nonalignedmedia.com

TEL AVIV, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz meminta komunitas internasional untuk melibatkan otoritas nasional Palestina yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas dalam upaya pembangunan kembali kota Gaza yang selama sebelas hari terakhir dibombardir oleh rudal Israel.

"Kita perlu mencari saluran dan kondisi yang lebih moderat mengenai perkembangan sipil di jalur Gaza," kata Benny Gantz kepada media Israel, Channel 12.

Menurutnya, penyebab kehancuran Gaza adalah Hamas, mengingat kelompok militan tersebut yang pertama kali melakukan tindakan provokatif dengan menembakkan roket mereka ke arah Israel, sehingga militer Israel terpaksa membalas serangan tersebut.


AS Cabut Sanksi Nord Stream 2, Jerman: Langkah yang Tepat

"Gaza berada di dalam reruntuhan karena tindakan Hamas," tambahnya.

Seperti diketahui, setelah selama sebelas hari terlibat pertempuran yang menewaskan 248 warga Palestina dan 13 warga Israel, Hamas dan militer Israel sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Kedua belah pihak mengklaim gencatan senjata tersebut sebagai kemenangan besar mereka. Namun, Gantz mengatakan bahwa pihak Hamas tidak berupaya melakukan sebuah pendekatan yang efektif untuk mengakhiri pertempuran tersebut.

"Kami sudah mencapai semua tujuan yang sudah kami tetapkan untuk kami sendiri, (yakni) dengan memukul telak Hamas, operasi, infrastruktur dan segala sesuatu yang terkait dengan kemampuan ofensif mereka," tambah Gantz.

Sebelumnya, juru bicara militer Israel, Hidai Zilberman, mengkonfirmasi jika pihaknya telah dua kali melakukan percobaan pembunuhan terhadap pemimpin sayap militer Hamas Mohammed Deif dalam operasi militer yang mereka lakukan selama sebelas hari terakhir. Namun, dua percobaan tersebut mengalami kegagalan.

"Ini tidak akan mencari percobaan terakhir kami," kata Gantz.

Pemerintah India Belum Berikan Bantuan untuk Pengungsi Myanmar di Mizoram

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia