logo


Survei ARSC: Publik Tak Ingin Jokowi Maju Pilpres 2024

Bagus mengatakan bahwa Jokowi dinilai publik menjadi 'king maker' pada konstestasi capres

22 Mei 2021 16:15 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perkumpulan kader bangsa dan Akar Rumput Strategi Consulting (ARSC) melakukan survei setujukah Presiden Joko Widodo memimpin tiga periode.

Peneliti ARSC, Bagus Balghi, mengatakan bahwa publik tidak mendukung wacana amandemen perubahan masa jabatan presiden. Publik dinilai tidak ingin Jokowi maju di Pemilu 2024.

"Dalam bayangan publik, Presiden Jokowi juga tidak lagi menjadi kontestan di Pemilu 2024, baik sebagai calon presiden (tiga periode) maupun sebagai wakil presiden," kata Bagus, Sabtu (22/5).


Ngabalin: Amien Rais Itu Orang Hebat di Masa Lalu, tapi Gagal Membangun Demokrasi

Bagus mengatakan bahwa Jokowi dinilai publik menjadi 'king maker' pada konstestasi capres.

"Sosok calon presiden yang menjamin berlanjutnya program-program Presiden Jokowi, terutama program strategis untuk publik, turut menjadi pertimbangan pemilih," ujarnya.

"Publik mendukung sosok calon presiden 2024 mampu menjamin keberlanjutan program-program Presiden Jokowi yang bermanfaat untuk masyarakat dan sejalan dengan kepentingan strategis. Dari hasil survei ini Presiden Jokowi dinilai publik menjadi 'king maker' yang dapat mempengaruhi publik untuk menentukan siapa yang akan menjadi presiden 2024," tambahnya.

Suveri digelar pada 26 April hingga 8 Mei 2021 dengan wawancara telepon kepada 1.200 responden yang dipilih secara acak.

Hasil Survei ARSC: Prabowo, Megawati, dan AHY Dinilai Layak Jadi Capres 2024

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata