logo


Trump Digugat Lebih dari Rp 300 M Usai Menyebut Covid-19 Sebagai Virus China

Kelompok pembela HAM warga keturunan Asia di AS, CACRC, menilai pernyataan Trump yang menggunakan istilah "virus China" dan "kung flu" saat menyebut virus Covid-19 telah berkontribusi dalam peningkatan tindak kejahatan akibat kebencian

22 Mei 2021 10:23 WIB

Donald Trump
Donald Trump bbc

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sebuah kelompok pembela HAM warga keturunan China di Amerika Serikat (CACRC) dikabarkan telah menggugat mantan Presiden AS Donald trump usai menggunakan istilah berbau rasis saat memberi penjelasan soal virus Covid-19, seperti "Kung Flu" atau "Virus China".

Dilansir dari Sputniknews, gugatan yang dilayangkan oleh kelompok pembela HAM tersebut kepada Trump mencapai USD 22,9 juta, atau lebih dari Rp 300 Miliar, dimana uang tersebut akan mereka gunakan untuk membangun sebuah musium mengenai sejarah warga pribumi keturunan Asia di Amerika Serikat.

Mereka menilai pernyataan presiden ke-45 Amerika Serikat tersebut berkontribusi pada peningkatan tindak kekerasan yang dipicu oleh kebencian rasial terhadap warga Asia di Amerika Serikat, terutama mereka yang merupakan keturunan etnis Tionghoa.


Joe Biden Janji Bantu Vaksinasi 550 Ribu Tentara Korea Selatan

Sebuah kajian studi mengungkap bahwa tindak kejahatan yang dipicu oleh kebencian terhadap warga Asia mengalami peningkatan hingga 150 persen pada tahun lalu di Amerika Serikat, usai wabah Covid-19 dilaporkan pertama kali muncul di China pada Desember 2019.

Dalam gugatannya, CACRC menegaskan bahwa Trump seharusnya tidak menggunakan istilah "virus China" karena sejauh ini masih belum jelas apakah virus tersebut memang berasal dari wilayah China.

Pada Maret lalu, sebuah laporan yang dihimpun oleh tim peneliti WHO mengungkap bahwa virus Covid-19 "kemungkinan" tidak berasal dari laboratorium virus di Wuhan.

Netanyahu Sebut Gencatan Senjata dengan Hamas sebagai Kesuksesan Israel

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia