logo


279 Juta Data Bocor Diduga dari BPJS Kesehatan, Kominfo Blokir 2 Situs Unduh Data Ini

Sementara satu situs pengunduh data yang bocor itu belum dilakukan pemutusan akses

21 Mei 2021 14:58 WIB

beritagar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi menduga 279 juta data yang bocor berasal dari data Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Ia pun mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah mengajukan pemblokiran terhadap dua dari tiga situs untuk mengunduh data penduduk Indonesia yang bocor itu.

"Sampai dini hari tadi sudah ada dua tautan yang telah diputus aksesnya," kata Dedy kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).

Sementara satu situs pengunduh data yang bocor itu belum dilakukan pemutusan akses. Ia pun mendesak kepada pengelola website agar segera dilakukan pemutusan.


Kominfo Ajak Delegasi Ministerial WSIS Forum Kembangkan Masyarakat Digital

"Kami mendesak dengan sangat serius kepada pengelola website tersebut untuk segera melakukan takedown atau pemutusan akses," ujarnya.

Dedy menuturkan dua tautan yang telah diputus aksesnya adalah https://bayfiles.com/73P2Gfv8u5/indonesia_zip dan https://mega.nz/file/e94kgQgC#4HVek8Wrsv...YdonEWRgx0.

Sedangkan https://anonfiles.com/B5P2G8v5u5/indonesia_zip disebut belum melakukan pemutusan akses.

Dedy mengatakan bahwa berdasarkan analisisnya akun bernama Kotz talah menjual data itu di Raid Forums. Ia menegaskan bahwa pemilik akun Kotz dapat dijerat UU ITE dengan pasal 30, 32, dan 36. Meskipun Kotz berada di luar negeri, namun aturan Indonesia tetap bisa memidanakan Kotz.

"Perlu dicatat bahwa siapapun pelaku dari pembocoran data pribadi ini, baik berada di dalam Indonesia maupun di luar negeri dia tetap akan dijerat oleh produk hukum Indonesia karena UU ITE bersifat ekstrateritorial," jelasnya.

Soal Kebocoran Data 279 Juta Penduduk, Kemkominfo: Penelusuran dan Penyelidikan Masih Terus Dilakukan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati