logo


WTO Minta Lebih Banyak Vaksin Covid-19 Diproduksi di Afrika dan Amerika Latin

Direktur Jenderal WTO mendesak komunitas internasional untuk lebih meningkatkan kapasitas produksi vaksin Covid-19 di kawasan negara berkembang, seperti Afrika dan Amerika Latin

21 Mei 2021 10:59 WIB

Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala
Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala, meminta agar lebih banyak vaksin Covid-19 diproduksi di wilayah Afrika dan Amerika Latin, agar pendistribusian vaksin Covid-19 lebih merata.

Di depan anggota parlemen Uni Eropa, Iweala mengatakan bahwa aktivitas ekspor-impor secara normal tidak dapat diaplikasikan dalam perdagangan vaksin Covid-19 mengingat hal ini menyangkut masalah nyawa. Terlebih banyak negara kaya saat ini telah menimbun pasokan vaksin untuk warga negaranya sendiri, sementara banyak negara lain dengan perekonomian lemah belum mendapatkan akses yang cukup terhadap vaksin Covid-19.

Ia mengatakan bahwa kapasitas produksi vaksin Covid-19 secara global saat ini sudah mencapai lima miliar dosis, namun seiring dengan penyebaran virus yang semakin cepat, "kita perlu jumlah vaksin dua atau tiga kali lipat lebih tinggi".


Hamas-Israel Gencatan Senjata, Joe Biden Janji Kirim Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Gaza

Iweala juga menyebut tantangan utama yang dihadapi oleh komunitas internasional adalah diversifikasi produksi vaksin Covid-19, yang saat ini 80 persen produksinya terkonsentrasi di 10 negara di Eropa, Amerika Utara dan Asia.

"Tidak normal jika Afrika, dengan 1,3 miliar penduduk, hanya memiliki 0,17 persen dari kapasitas manufaktur (vaksin Covid-19) global," ujarnya, dikutip Reuters.

Ia menambahkan bahwa kapasitas produksi vaksin Covid-19 di Amerika Selatan saat ini hanya dua persen dari produksi global.

"Jadi, ini harus dirubah," tambahnya.

Okonjo-Iweala menegaskan bahwa dirinya akan tetap netral terkait isu ini. Meski demikian, ia mengatakan bahwa negara anggota WTO dapat lebih fleksibel dalam memastikan lebih banyak vaksin yang diproduksi di negara yang sedang berkembang.

Hamas-Israel Gencatan Senjata, Warga Gaza: Ini adalah Kemenangan Besar Kami

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia