logo


TikToker Ditangkap Gegara Hina Palestina, Ade Armando: Ini Berlebihan

Ade menilai, tidak seharusnya seseorang ditangkap hanya karena menghina Palestina.

21 Mei 2021 05:15 WIB

Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Ade Armando.
Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Ade Armando. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pemuda berinisial UC asal Lombok, NTB, ditangkap polisi usai menebar ujaran kebencian terhadap Palestina. Aksinya itu dilakukan melalui aplikasi TikTok.

Pria berusia 23 tahun itu mengunggah video berisi olok-olok "Palestina babi. Mari Kita Bantai. Babi, babi, babi," sembari berjoget.

Menanggapi hal itu, akademisi Ade Armando menilai tindakan tegas terhadap UC itu berlebihan. Menurutnya, tidak seharusnya seseorang ditangkap hanya karena menghina Palestina.


Hamas Minta Jokowi Mobilisasi Dukungan, Golkar: Ini Menunjukkan Wibawa Presiden

“Ini mah berlebihan. Masak gegara menghina Palestina harus ditangkap?,” singkatnya lewat cuitan Twitter @adearmando1, dikutip Jumat (21/5).

Diketahui, UC kini sudah ditangkap dan ditahan di rutan Polda NTB.

Kanit I Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB AKP Priyo Suhartono, Senin (17/5), menjelaskan UC ditahan seusai gelar perkara.

Dalam gelar perkara kasus itu, pelaku UC ditetapkan sebagai tersangka sehingga dilakukan penahanan.

"Akibat perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Priyo seperti dikutip dari Antara.

Anies Instruksikan Pemasangan Lampu Bendera Palestina, Ferdinand: Diragukan Kecintaannya pada NKRI

Halaman: 
Penulis : Iskandar