logo


Gelar Aksi Bela Palestina, Ratusan Warga Kuwait Tolak Normalisasi Hubungan UEA-Israel

Para pendemo juga menggelar aksi pembakaran bendera Israel dan menentang keputusan pemerintah Uni Emirat Arab menormalisasi hubungan dengan Israel

20 Mei 2021 11:30 WIB

Warga Kuwait menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk dukungan mereka terhadap rakyat Palestina
Warga Kuwait menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk dukungan mereka terhadap rakyat Palestina usnews

KUWAIT, JITUNEWS.COM - Ratusan warga Kuwait pada Rabu (19/5) menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk dukungan mereka terhadap rakyat Palestina ditengah meningkatnya serangan roket Israel ke wilayah Gaza. Para pendemo juga melakukan aksi bakar bendera Israel dan menentang keputusan pemerintah Uni Emirat Arab serta Bahrain yang melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

"Kami mengirimkan sebuah pesan kepada sahabat kami di negara GCC (Dewan Kerjasama negara Teluk) bahwa normalisasi hubungan dengan Zionist sama sekali tidak membantu (Palestina). Hal itu hanya mendukung pihak pembunuh (Israel) melawan rakyat Palestina," kata Osama al Zaid, seorang pendemo yang merupakan salah satu aktivis politik Kuwait, dikutip Reuters.

Sejauh ini, serangan udara yang dilancarkan oleh Israel ke wilayah Gaza selama sepuluh hari terakhir ini dikabarkan sudah menewaskan sedikitnya 227 warga Palestina. Sedangkan serangan roket yang ditembakkan oleh sayap militer Hamas dari dalam wilayah Gaza hanya menewaskan 12 orang di wilayah Israel.


Israel Diserang Roket dari Wilayah Lebanon, Ulah Hizbullah?

Kelompok Hamas diketahui mulai menembakkan roketnya pada 10 Mei lalu sebagai bentuk protes mereka atas tindakan pihak keamanan Israel melakukan tindak kekerasan terhadap warga Palestina di Jerusalem Timur dan di Masjid Al Aqsa.

Sementara itu, tidak sedikit pula masyarakat Timur Tengah yang menyayangkan tindakan Hamas yang telah memprovokasi Israel untuk melancarkan serangan udara balasan terhadap warga Gaza.

"Palestina dan Al Aqsa selalu berada di hati kami. Kami sangat menolak (normalisasi hubungan) ini," kata Zahraa Habeeb, seorang pengunjuk rasa.

Menteri Luar Negeri Rusia Ingin Hubungan Moskow-Washington Membaik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia