logo


China Desak AS Berhenti Politisasi Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China meminta AS untuk berhenti memanfaatkan ajang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 sebagai alat untuk menyebarkan manipulasi politik mereka

20 Mei 2021 09:45 WIB

Juru Bicara Pemerintah China, Zhao Lijian
Juru Bicara Pemerintah China, Zhao Lijian SCMP

BEIJING, JITUNEWS.COM - China mengecam tindakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang menyerukan ajakan boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China meminta AS untuk berhenti memanfaatkan ajang olahraga tersebut sebagai salah satu agenda politik mereka.

Sebelumnya, Nancy Pelosi meminta komunitas internasional untuk melakukan "boikot diplomatik" ajang olahraga Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 menyusul adanya tudingan mengenai tindak pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap kelompok minoritas di Xinjiang.

"Kami mendesak legislator terkait AS untuk berhenti memanfaatkan Olimpiade untuk melakukan manipulasi politik dan tidak berdiri di pihak berseberangan dengan para atlet serta penggemar olahraga musim dingin di seluruh dunia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian dalam sebuah konferensi pers.


Pembatasan Ekspor Australia-China, AS Untung Canberra Buntung

Menurutnya, tindakan AS tersebut sangat bertolak belakangan dengan semangat Charter Olimpiade dimana hal tersebut dapat merusak kepentingan para atlet di seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa diskriminasi adalah sebuah isu yang sangat lazim di Amerika Serikat, dimana rasisme merupakan permasalahan yang nyata di dalam masyarakat AS sendiri.

Zhao menambahkan bahwa mereka yang mengkritisi China atas isu pelanggaran HAM sangat takut untuk datang langsung ke China karena mereka akan mendapatkan fakta bahwa tudingan yang mereka lemparkan selama ini terhadap China tidak sesuai dengan kenyataan.

Meski Wabah Covid-19 Belum Reda, IOC Bilang Olimpiade Tokyo Bisa Digelar dengan Aman

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia