logo


HRS Dituntut Penjara, Novel Bamukmin: Jelas Itu Pengadilan Zalim

Novel menilai tuntutan ke HRS sarat kepentingan politik.

20 Mei 2021 07:30 WIB

Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin
Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin Antara/Sigid Kurniawan

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menuding tuntutan penjara 10 bulan dan 2 tahun penjara yang diterima Habib Rizieq Shihab (HRS) sarat kepentingan politik. Sebab, menurut dia, kasus kerumunan yang menyeret HRS seharusnya tidak dapat dipidanakan.

“Jelas itu pengadilan zalim yang sudah jelas sarat kepentingan politiknya,” tegasnya, dilansir dari PojokSatu.id, Kamis (20/5).

Novel menyebut era pemerintahan Jokowi selalu menjadikan ulama sebagai sasaran kriminalisasi.


Ungkap Hal yang Memberatkan Tuntutan HRS, Jaksa: Tidak Sopan dan Berbelit-belit dalam Beri Keterangan

“Karna target rezim ini memang selalu mengkriminalisasi ulama,” sebutnya.

Menurutnya, HRS semestinya sudah dibebaskan. Nyatanya, lanjut Novel, fakta hukum tidak bisa meringankan proses hukum akibat desakan pemodal.

“Maka sudah seharusnya HRS divonis bebas tidak bersalah karena semua kasus kerumunan tidak ada yang masuk dalam proses pidana,” jelas dia.

Kasus Kerumunan di Petamburan, HRS Dituntut 2 Tahun Penjara

Halaman: 
Penulis : Iskandar