logo


Pelajar Dikeluarkan dari Sekolah Gegara Hina Palestina, Denny Siregar: Yang Hina Polisi Saja Ditegur Terus Dimaafkan

Denny meminta Nadiem Makarim untuk turun tangan.

20 Mei 2021 04:00 WIB

Denny Siregar
Denny Siregar Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar menyesalkan pelajar SMA dikeluarkan dari sekolah karena menghina Palestina. Dia menilai sanksi itu berlebihan.

Denny menyinggung sikap aparat yang mudah memberi maaf setelah dimaki habis-habisan. Menurutnya, beda penanganan atas dua kasus itu merupakan gambaran ketidakadilan.

“Yang menghina polisi aja ditegur trus dimaafkan. Masak menghina Palestina harus dikeluarkan dari sekolah?,” tulisnya di akun Twitter @DennySiregar7, dikutip Kamis (20/5).


Sentil Novel Baswedan, Denny Siregar: Gak Suka sama KPK Sekarang Tapi Masih Sibuk Bertahan

Dia lantas meminta Mendikbudristek Nadiem Makarim turun tangan. Bagi Denny, hukuman yang dijatuhkan ke siswa penghina Palestina justru menjadi preseden buruk dunia pendidikan Indonesia.

“Please mas @nadiemmakarim ini preseden buruk dunia pendidikan kita,” ujarnya.

Diketahui, MS, gadis berusia 19 tahun asal Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, dikeluarkan dari sekolah karena menghina Palestina.

Pelajar salah satu SMA di Bengkulu Tengah itu dikembalikan sekolah kepada orangtuanya usai dilaporkan ke polisi.

"Keputusan ini kami ambil karena pihak sekolah sudah mendata tata tertib poin pelanggaran MS. Jadi, dia sudah melampaui poin pelanggaran tata tertib dari ketentuan yang ada," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan, seperti dilansir dari Antara.

Pembelajaran Tatap Muka Akan Digelar, Ketum PKB: Perhatikan Aturan yang Berlaku Selama Pandemi

Halaman: 
Penulis : Iskandar