logo


Pembatasan Ekspor Australia-China, AS Untung Canberra Buntung

Ekspor sejumlah komoditas AS ke China mengalami peningkatan yang cukup signifikan usai Beijing membatasi komoditas ekspor Australia

19 Mei 2021 17:34 WIB

Pelabuhan Shanghai, China
Pelabuhan Shanghai, China istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Ekspor kapas, anggur, dan komoditas kayu Amerika Serikat ke China telah mengalami peningkatan dalam kurun waktu satu tahun terakhir usai Beijing memblokir sejumlah komoditas ekspor dari Australia.

Selain itu, ekspor batu bara AS juga meningkat sejak Februari setelah pemerintah China melarang pengiriman bahan mentah asal Australia pada Oktober tahun 2020 lalu.

Menurut beberapa pengamat, data perdagangan tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat saat ini memprioritaskan kepentingan ekonomi mereka diatas negara aliansi, meski Menteri Luar Negeri Antony Blinken pada pekan lalu menyatakan bahwa AS tidak akan membiarkan Australia menghadapi kebijakan ekonomi koersif dari China.


AS Kecam Pernyataan Anti-Semitism Erdogan Pasca Pengibaran Bendera Israel di Austria

"Berkaitan dengan perdagangan, Australia dan Amerika Serikat tidak selalu memiliki kepentingan yang sama," kata Chengxin Pan, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Deakin, kepada South China Morning Post.

Ia menjelaskan bahwa keputusan China melarang ekspor batubara Australia tersebut jelas merugikan Canberra, sebaliknya, hal tersebut membuat AS meraup keuntungan mengingat mereka dapat mengekspor batubara mereka lebih banyak ke China.

Sementara itu, ekspor wine, kapas dan kayu AS ke China juga meningkat sejak Februari tahun lalu, sebelum wabah Covid-19 menyebar ke seluruh dunia. Pada bulan Februari lalu, ekspor minuman wine AS ke China mencapai lebih dari 466 ribu liter atau senilai USD 2,3 miliar, artinya jumlah tersebut sekitar dua kontainer lebih sedikit dibanding ekspor wine China ke AS. Sementara untuk tahun lalu, nilai ekspor wine AS ke China hanya mencapai USD 740 ribu.

 

Nancy Pelosi Minta AS Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing Secara Diplomatik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia