logo


Kejar KKB Papua, Mahfud Md Pastikan Warga Sipil Aman

Mahfud Md mengatakan bahwa ada dampak positif setelah kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua ditetapkan sebagai teroris

19 Mei 2021 15:30 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD voi.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko Polhukam, Mahfud Md mengatakan bahwa ada dampak positif setelah kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua ditetapkan sebagai teroris. Mahfud menyebut aparat cukup berhasil memisahkan KKB dengan warga sipil.

"Cara memisahkan itu artinya agar teroris tidak menjadikan masyarakat atau warga sipil menjadi tameng, kan mereka tuh sering masuk ke masyarakat lalu melakukan kekacauan, lalu masyarakat dijadikan tameng," kata Mahfud, dalam konferensi pers, Rabu (19/5).

Mahfud mengatakan bahwa beberapa markas KKB sudah diidentifikasi. Aparat keamanan sangat berhati-hati dalam penindakan karena masih ada warga sipili di markas tersebut.


Komandan KKB Tewas Ditembak Aparat

"Nah sekarang itu sudah diidentifikasi, ada tempat antara 4 atau 5 tempat tertentu yang sebagiannya sudah mulai dikuasai, dan itu juga pun disisir secara hati-hati. Jangan-jangan di tempat itu ada warga sipil juga," ujarnya.

Mahfud mengatakan bahwa teknis pemisahan antara KKB dengan warga sipil sudah diatur oleh aparat.

"Jadi kita identifikasi orangnya, kita sudah diskusi dengan sesmen dan deputi I. Teknis memisahkannya pun sudah diatur, ada kepastian sekian persen, tembakan tidak menyasar orang lain, baru dilakukan, seperti itu sehingga tidak warga sipil yang kena," ujarnya.

"Jadi seperti itu cara memisahkannya, kita identifikasi orangnya, lihat tempatnya markasnya, kan sudah ada dua atau tiga yang sudah dikuasai aparat kita," tuturnya.

Tak Berlakukan Darurat Sipil, Mahfud Anggap Persoalan Teroris di Papua Tidak Terlalu Besar

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata