logo


Lebih dari 15 Ribu Warga Myanmar Cari Perlindungan ke Negara Bagian India

Meningkatnya intensitas konflik di Myanmar memicu lebih banyak warga sipil yang melarikan diri ke wilayah India untuk mencari perlindungan

19 Mei 2021 11:30 WIB

Negara bagian Mizoram di India yang berbatasan langsung dengan Myanmar
Negara bagian Mizoram di India yang berbatasan langsung dengan Myanmar istimewa

YANGON, JITUNEWS.COM - Jumlah warga Myanmar yang melarikan diri untuk mencari perlindungan ke wilayah India sejak junta militer melakukan aksi kudeta pada 1 Februari lalu semakin meningkat, dimana sejauh ini sudah mencapai lebih dari 15 ribu warga. Terlebih dengan meningkatnya intensitas pertempuran antara junta militer dengan rakyat sipil dan kelompok pemberontak di sejumlah wilayah Myanmar.

Gelombang eksodus ke wilayah negara bagian Mizoram, India, yang berbatasan langsung dengan Myanmar sudah dimulai pada akhir Februari lalu dimana sejumlah oknum polisi Myanmar juga diketahui melarikan diri ke wilayah tersebut karena tidak ingin menjalankan perintah untuk menembaki warga sipil yang menggelar aksi unjuk rasa menentang rezim militer.

Menurut wakil Dewan Perencanaan Negara Bagian Mizoram, H. Rammawi, sekitar 1.800 orang dari Myanmar, termasuk sejumlah tokoh politik dan mantan pejabat pemerintah, telah menyeberangi perbatasan India. Namun, jumlah warga Myanmar yang melarikan diri ke India belakangan ini meningkat tajam hingga lebih dari 15.400 orang.


Telepon Menlu Jerman, Blinken Tegas Bilang AS Menentang Proyek Nord Stream 2

"Jumlah ini terus meningkat setiap harinya," kata Rammawi kepada Reuters dalam sambungan telepon

Menurut data yang dibagikan oleh Rammawi, sekitar 6 ribu warga Myanmar tersebut saat ini berada di kota Aizawl, sementara ribuan lainnya tersebar ke lima distrik di wilayah negara bagian tersebut.

Rammawi menambahkan bahwa warga Mizoram dan sejumlah lembaga non-pemerintah selama ini sudah berupaya memberikan bantuan dan perawatan yang diperlukan warga Myanmar tersebut. Meski demikian, bantuan tersebut belum cukup dimana pihaknya akan meminta pemerintah pusat India untuk ikut menyalurkan bantuan, khususnya bantuan medis, mengingat ditemukannya beberapa warga Myanmar tersebut yang terinfeksi Covid-19.

"Bantuan medis sangat diperlukan...lebih banyak orang (Myanmar) akan berdatangan," tukasnya.

Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata Konflik Israel-Palestina, Hungaria Menolak

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia