logo


Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata Konflik Israel-Palestina, Hungaria Menolak

Dua puluh enam menteri luar negeri Uni Eropa menggelar pertemuan virtual guna membahas mengenai upaya gencatan senjata pada konflik Israel-Palestina

19 Mei 2021 10:31 WIB

Bendera Uni Eropa
Bendera Uni Eropa istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Uni Eropa telah menggelar pertemuan virtual yang dihadiri oleh semua menteri luar negeri negara anggotanya, kecuali Hungaria, untuk membahas mengenai upaya gencatan senjata pada konflik Israel-Palestina.

Hungaria yang merupakan negara aliansi terdekat Israel di Eropa, menolak untuk ikut serta dalam pembahasan tersebut karena menganggap Uni Eropa tidak netral.

"Saya punya permasalahan dengan pernyataan-pernyataan (negara) Eropa mengenai Israel...pernyataan-pernyataan tersebut sangat sepihak dan tidak membantu sama sekali, khususnya terkait situasi yang terjadi belakangan ini, dimana tingkat ketegangan di sana sangat tinggi," kata Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto kepada AFP.


GKSB DPR Dorong Pemerintah Galang Dukungan Politik dan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian mengatakan bahwa konflik Israel-Palestina berpotensi meluas ke wilayah Timur Tengah jika gencatan senjata tidak segera disepakati. Ia juga berharap Israel tidak melakukan operasi militer darat ke wilayah Gaza.

"Resiko konflik meningkat setiap harinya: resiko konflik menyebar ke Tepi Barat, resiko meningkatnya kekerasan di dalam wilayah Israel sendiri, dan resiko konflik tersebut menjadi konflik regional," kata Le Drian kepada para wartawan di Paris, dikutip AL Jazeera.

"Situasi di lapangan sangat mengkhawatirkan. Ada jumlah korban jiwa yang sangat tinggi. Warga Palestina dan Israel tengah berduka...Menunggu bukanlah sebuah pilihan," tambahnya.

"Apa yang perlu kita lakukan adalah menemukan langkah proses (penyelesaian konflik secara) politik, tapi sebelumnya kita perlu memastikan pertempuran untuk diakhiri," lanjut Le Drian.

Senada dengan pernyataan Le Drian, Menteri Luar Negeri Malta, Evarist Bartolo, mengatakan bahwa Uni Eropa akan mengirimkan bantuan kemanusiaan dan mengupayakan dimulainya kembali proses perdamaian di Timur Tengah setelah dilakukannya gencatan senjata.

"Paling tidak, kita dapat mencoba untuk mendapatkan sebuah perjanjian gencatan senjata, kemudian (kami) akan menyediakan bantuan kemanusiaan, dan kita akan melihat apa yang dapat kita lakukan untuk memulai kembali proses perdamaian Timur Tengah untuk menyelesaikan akar permasalahan dari tindak kekerasan ini," imbuhnya.

Telepon Menlu Jerman, Blinken Tegas Bilang AS Menentang Proyek Nord Stream 2

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia