logo


2 TNI Tewas Diserang OTK di Bandara Yahukimo, TPNPB-OPM Siap Tanggung Jawab

OPM mengaku siap bertanggung jawab atas penyerangan TNI sebagai bagian dari perang melawan militer Indonesia

19 Mei 2021 04:30 WIB

Kelompok militer OPM.
Kelompok militer OPM. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom mengatakan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab atas penyerangan dua personel TNI yang tewas saat diserang oleh orang tidak dikenal (OTK) di bandara Yahukimo, Papua.

"Panglima Kodap XVI Yahukimo Elkius Kobak dan komandan lapangan bertanggung jawab. ... Komnas TPNPB di bawah komando Panglima Tinggi Gen Goliath Tabuni dan komandan operasi Unimportant Mayjen Lekagak Telenggen bertanggung jawab," kata Sebby sepert dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (19/5/2021).

Sebby mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari upaya melawan militer Indonesia.


Ada Media Terbitkan Berita Hoaks Soal Peristiwa di Papua, TNI Ancam Akan Laporkan ke Dewan Pers

"TPNPB butuh senjata. Jadi tujuan jelas, perang pembebasan nasional bangsa Papua harus bergerak. Maka bersiap harus berusaha dan cari jalan," ujarnya.

Sebelumnya, Kapendam XVII/ Cenderawasih Letkol Reza Nur Patria membenarkan bahwa dua prajurit dari Satgas Pamrahwan Yonif R 432 meninggal dunia karena diserang oleh orang tak dikenal saat berada di wilayah Bandara Yahukimo pada Selasa (18/5/2021).

"Pada tanggal 18 Mei 2021 telah terjadi penyerangan oleh OTK di Bandara Nol Goliat Dekai Yahukimo," kata Reza kepada wartawan, Selasa (18/5/2021).

Meski demikian, Reza belum bisa memberikan informasi terkait kronologi penyerangan tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa pelaku merampas senjata milik korban berjenis SS2 V1 Kaliber 5,56 mm. Ia juga mengatakan bahwa korban berada di bandara untuk melakukan tugas pengamanan.

"Pengamanan pembangunan tanggul Bandara Yahukimo," ujarnya.

Berita Militer RI Tembak Mati 3 Anak di Papua Hoaks

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati