logo


Menko PMK: Idul Fitri adalah Peristiwa Kemanusiaan, Bukan Hari Besar Keagamaan Tertentu

Muhadjir mengajak serta untuk menjadikan momentum lebaran sebagai milik semua orang dan seluruh umat

17 Mei 2021 19:59 WIB

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar tradisi halal bihalal bersama seluruh pegawai di hari pertama masuk kerja
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar tradisi halal bihalal bersama seluruh pegawai di hari pertama masuk kerja kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar tradisi halal bihalal bersama seluruh pegawai di hari pertama masuk kerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Pada kesempatan tersebut, Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan. Ia meyakini sebagai individu tidak lepas dari salah.

“Atas nama pribadi maupun seluruh keluarga, saya mohon maaf kalau banyak kesalahan. Di Kemenko PMK ini saya yang paling tua, biasanya yang tua itu banyak salahnya dan yang muda banyak uangnya. Karena itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya diiringi kelakar tawa para pegawai yang hadir.

Muhadjir mengajak serta untuk menjadikan momentum lebaran sebagai milik semua orang dan seluruh umat. Dengan demikian, ia pun meyakini Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar merayakan peristiwa keagamaan melainkan kesempatan untuk mengedepankan aspek kemanusiaan.


Hadiri Halalbilhalal Kemendes PDT, Ini Pesan Gus Menteri

“Ini (Idul Fitri) adalah peristiwa kemanusiaan dan sama dengan yang lain. Karena itu namanya juga hari besar nasional, bukan hari besar keagamaan tertentu. Jadi mari kita manfaatkan betul-betul momentum ini untuk saling bersilaturahmi, mengakrabkan diri masing-masing walaupun secara virtual,” tuturnya.

Ia berharap setelah menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan, seluruh pegawai memiliki aura yang lebih positif sehingga dapat berdampak pada kinerja yang terus meningkat. Apalagi, aura positif yang dimiliki masing-masing individu tersebut seyogianya juga dapat menjadi aura positif bersama untuk membangun energi positif nasional.

Energi positif nasional itulah yang menurut Menko PMK nantinya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun Indonesia, bergotong-royong terutama untuk mengakhiri pandemi Covid-19 serta kembali memulihkan kehidupan masyarakat dan kondisi perekonomian bangsa.

“Ini semua dibutuhkan agar kita bisa segera menjadi bangsa yang normal kembali, yang maju, yang terjauhkan dari kecenderungan untuk terpecah-belah, untuk saling bersilang pendapat yang tidak berujung. Itulah saya kira problem yang harus kita atasi bersama agar Indonesia bisa menjadi bangsa yang mulia, bermartabat, maju, dan makmur,” pungkas Muhadjir.

Hal senada juga disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Agus Sartono. Dalam suasana Idul Fitri tahun ini, seluruh individu dan masyarakat masih disibukkan dengan upaya untuk bangkit dari pandemi Covid-19.

“Pada situasi ini, jalinan silaturahmi sangat penting dalam rangka saling menguatkan satu sama lain. Berbekal kesadaran untuk membangun solidaritas dalam rangka Idul Fitri tersebut, Kemenko PMK menggelar halal bihalal bersama seluruh pegawai. Kebersamaan ini juga setidaknya menunjukkan bahwa Kemenko PMK memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk bergotong-royong dalam setiap kesulitan,” tandas Agus.

 

Jalani Tes Cepat Antigen di Hari Pertama Kerja, 486 Pegawai Kemenko PMK Dinyatakan Negatif Covid-19

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×