logo


Holding Ultra Mikro Dinilai Rugikan Lembaga Keuangan Masyarakat, Pakar Koperasi: Itu Bentuk Monopoli Pasar

penggabungan BRI, Pegadaian, dan PNM ini dinilai bakal merugikan lembaga keuangan mikro yang dibentuk oleh masyarakat, seperti koperasi simpan pinjam.

17 Mei 2021 17:15 WIB

Aktivis Koperasi dan UMKM, Suroto
Aktivis Koperasi dan UMKM, Suroto dok. jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Aktivis Koperasi dan UMKM, Suroto menyebut jika rencana pembentukan Holding Ultra Mikro mengarah kepada monopoli dan penetrasi pasar yang tidak sehat. Sebab akan menyedot pasar potensial dari lembaga keuangan mikro yang ada di masyarakat.

Bahkan penggabungan BRI, Pegadaian, dan PNM ini dinilai bakal merugikan lembaga keuangan mikro yang dibentuk oleh masyarakat, seperti koperasi simpan pinjam.

"Ini namanya monopoli tidak sehat dan jelas akan merugikan lembaga keuangan mikro. Nah, kalau sudah begini nanti yang akan hidup ya hanya lembaga keuangan milik pemerintah," ujar Suroto dalam pesan singkatnya, Jakarta, Senin (17/5/2021).


Industri Besar Masuk Bisnis Keripik, PKB: Akan Menimbulkan Kerugian Sangat Besar

Suroto mengatakan, selama ini bank maupun lembaga keuangan milik pemerintah yang bergerak di sektor keuangan mikro kerap mendapatkan banyak privilege dari kebijakan pemerintah. Dari segi permodalan misalnya, dalam bentuk dana penempatan, modal penyertaan, subsidi bunga.

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa ada ketidakadilan dalam bisnis lembaga keuangan mikro milik pemerintah dengan masyarakat.

“Ini kan tidak fair dalam bisnis karena lembaga keuangan mikro milik masyarakat semacam koperasi dan LKM yang saya sebut, mereka tidak diberikan fasilitas penguatan kelembagaan dan kebijakan seperti bank pemerintah semacam BRI itu,” tegas dia.

Suroto pun menilai lembaga keuangan yang monokultur seperti ini sangat rentan terhadap krisis. Misalnya ketika krisis 1998 dan 2008, semua lembaga keuangan formal termasuk milik pemerintah sampai rontok dan bahkan sampai menyedot uang APBN.

"Ini menurut saya permainan elit yang menjijikkan dan potensi moral hazardnya sangat besar. Termasuk seperti kemungkinan untuk dimainkan para inside trader ketika nanti proses dilusi," ungkapnya.

Suroto turut mencontohkan lembaga keuangan mikro di negara Canada yang sudah maju. Bahkan, lanjutnya, pemerintah Canada masih terus mendorong agar lembaga keuangan mikro tetap bermunculan dengan berbagai varian.

“Di negara yang lembaga keuangannya maju seperti Canada saja misalnya, di sana yang namanya lembaga keuangan milik masyarakatnya sudah kuat seperti koperasi Desjardin yang asetnya 4 kali lipat BRI dan lembaga keuangan koperasi lainya seperti Coas Capital, Vancity dan lain-lain saja mereka masih dorong agar muncul banyak lembaga keuangan mikro dengan berbagai variannya agar masyarakat benar-benar terlayani dengan baik oleh lembaga keuangan yang ada,” pungkasnya.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pertamina Fasilitasi Bisnis Mitra Binaan 'Embroidery Agustine' Hingga ke Mancanegara

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×