logo


Polisi Memaafkan Usai Dimaki Habis-habisan, Denny Siregar: Bukan Humanis, Tapi Lembek!

Kepolisian seharusnya bisa memilah mana humanis dan mana yang tegas.

17 Mei 2021 07:00 WIB

Denny Siregar dan Ahok saat berada di Rumah Lembang.
Denny Siregar dan Ahok saat berada di Rumah Lembang. Media Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar menyebut kepolisian semestinya bisa memilah perlakuan humanis dan tegas. Hal itu menyusul viralnya seorang pria dan wanita yang memaki aparat karena diminta putar balik terkait larangan mudik.

Menurut Denny, polisi seharusnya langsung menindak tegas orang-orang yang melanggar hukum.

“Kepolisian seharusnya bisa memilah mana humanis dan mana yang tegas. Humanis itu kalau polisi bantu anak2 nyebrang jalan. Tegas itu kalau ada yg melawan, langsung tindak ditempat,” tegasnya di akun Twitter @DennySiregar7, dikutip Senin (17/5).


Prediksi 1,5 Juta Pemudik ke Jabodetabek, Polri: Puncak Arus Balik Diprediksi Mulai Hari Ini

Diketahui, pelaku bernama Raminto dan Hesti itu sudah meminta maaf kepada petugas. Sementara itu, Bripti Febio Marcelino yang menjadi korban makian telah memaafkan kejadian tersebut.

Denny khawatir citra aparat ‘anjlok’ setelah peristiwa ini. Menurutnya, memaafkan usai dimaki habis-habisan itu bukan tindakan humanis, tetapi lembek.

“Kalau dimaki-maki terus viral terus dimaafkan itu sudah bukan humanis lagi namanya, tapi lembek,” ujar Denny.

Sesalkan Pemaki Polisi Hanya Disuruh Minta Maaf, Denny Siregar: Citra Aparat akan Merosot

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×