logo


Warga Turki Minta Erdogan Lindungi Warga Palestina dengan Kirim Pasukan ke Jerusalem Timur

Ribuan warga Turki menggelar aksi bela Palestina di depan kediaman duta besar Israel untuk Turki di Ankara pada Sabtu (15/5)

16 Mei 2021 09:30 WIB

Warga Turki menggelar aksi bela Palestina di Ankara pada Sabtu (15/5)
Warga Turki menggelar aksi bela Palestina di Ankara pada Sabtu (15/5) AFP

ANKARA, JITUNEWS.COM - Ribuan warga Turki pada Sabtu (15/5) menggelar aksi unjuk rasa di depan kediaman duta besar Israel di Ankara untuk mengungkapkan kecaman mereka atas serangan udara yang dilakukan oleh militer Israel kearah Gaza. Para demonstran mendesak otoritas Turki dan negara lain untuk mengirimkan pasukan ke zona konflik guna menghentikan serangan Israel tersebut.

"Kami sangat marah dengan tindakan Israel di masjid Al Aqsa di Jerusalem dan serangan terhadap warga sipil Palestina...Kami berharap (pemerintah) Turki berupaya melindungi mereka dan tempat ibadah kami di Jerusalem tidak hanya diatas kertas saja," kata para demonstran, dikutip Sputniknews.

Aksi unjuk rasa tersebut digelar meski pemerintah Turki sudah memberlakukan aturan lockdown guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Aturan lockdown itu sendiri diberlakukan hingga 17 Mei mendatang.


Serangan Israel ke Gaza Semakin Intens, Mulai Hari Ini Maskapai Uni Emirat Arab Batalkan Penerbangan Tujuan Tel Aviv

Pada Jumat (14/5), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga sudah mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengirimkan dukungan kepada warga Palestina di Jerusalem. Erdogan juga mengecam tindakan brutal yang dilakukan oleh otoritas keamanan Israel terhadap warga sipil Palestina. Ia bahkan secara terang-terangan menyebut Israel sebagai negara teroris.

"Negara teroris, yang berupaya menjarah kota seperti Jerusalem yang merupakan rumah suci bagi kaum Muslim, Kristiani dan Yahudi, sudah melewati batas," kata Erdogan pada Jumat (14/5), dikutip RT.com.

"Sangat penting untuk Dewan Keamanan PBB mengambil langkah guna memastikan perdamaian di Jerusalem sesuai dengan keputusan Majelis Umum (PBB)," tambahnya.

Sementara itu, Ahmet Berat Conkar, salah satu anggota parlemen Turki, mengatakan bahwa pemerintah Turki bisa saja mengirimkan pasukan di wilayah Jerusalem Timur untuk bergabung dengan pasukan penjaga perdamaian internasional. Meski demikian, ia mengatakan bahwa pihaknya belum menerima permintaan pengerahan pasukan dari pihak pemerintah.

Bentrok dengan Otoritas Keamanan Israel, Jumlah Warga Palestina yang Jadi Korban Semakin Meningkat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×