logo


Israel Serang Kamp Pengungsi Gaza, Dua Wanita dan Delapan Anak-anak Palestina Tewas

Israel terus membombardir wilayah Gaza dengan serangan udara, dimana salah satu serangan yang mereka lancarkan pada Sabtu (15/5) mendarat di sebuah rumah di kamp pengungsian Shati

16 Mei 2021 05:00 WIB

Ilustrasi Serangan Udara
Ilustrasi Serangan Udara istimewa

GAZA, JITUNEWS.COM - Sedikitnya sepuluh anggota keluarga warga Palestina, dua wanita dan delapan anak-anak, tewas terbunuh saat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel menghancurkan salah satu kamp pengungsi di Gaza, Shati pada Sabtu dini hari kemarin.

Para petugas penyelamat dikabarkan sudah mulai melakukan upaya evakuasi di reruntuhan kediaman milik keluarga Abu Hatab pada Sabtu pagi dimana diyakini lebih banyak orang yang masih tertimbun di dalamnya.

Serangan udara tersebut dikabarkan juga melukai sedikitnya 15 orang lainnya.


Erdogan Minta Serangan "Negara Teroris" terhadap Gaza Segera Dihentikan

Dilansir dari Al Jazeera, seorang warga bernama Mohammed al-Hadidi mengatakan bahwa istri dan empat anaknya yang masih berusia dibawah 15 tahun tewas akibat serangan rudal Israel. Mereka tengah berkunjung ke rumah saudaranya untuk merayakan Idul Fitri saat serangan tersebut dilancarkan.

Almeqdad Jameel, seorang warga yang juga tinggal di kamp pengungsian Shati, mengatakan bahwa sedikitnya lima roket ditembakkan dari beberapa pesawat tempur Israel kearah bangunan tersebut.

"Suara ledakan memekakkan telinga dan membuat semua orang sangat ketakutan," ujarnya.

Nabil Abu Al Reesh, seorang dokter yang bertugas di rumah sakit al-Shifa, mengatakan bahwa tim penyelamat masih berupaya untuk melakukan upaya pencarian korban serangan udara Israel tersebut.

"Ini adalah sebuah aksi pembantaian yang tidak dapat dijelaskan," katanya.

Menurut PBB, Shati adalah kamp pengungsian terbesar ketiga dari delapan kamp pengungsian yang berada di dalam wilayah Gaza dengan luas sekitar 5 kilometer persegi, dimana menampung lebih dari 85 ribu pengungsi.

PBB Minta PM Thailand Bantu Selesaikan Krisis Politik di Myanmar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×