logo


Filipina Tak Akan Tarik Mundur Pasukan dari LCS, Duterte: Anda Bisa Bunuh Saya

Presiden Filipina menegaskan bahwa dirinya tidak akan menarik mundur pasukannya dari wilayah Laut China Selatan, meski hal itu menuai protes dari China

15 Mei 2021 10:00 WIB

Presiden Filipina Rodrigo Duterte
Presiden Filipina Rodrigo Duterte nypost

MANILA, JITUNEWS.COM - Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Jumat (14/5) menegaskan bahwa dirinya tidak akan menarik mundur kapal militernya dari wilayah perairan Laut China Selatan meski hal itu akan memicu kemarahan dari Beijing.

"Saya ingin menyatakan kembali bahwa kapal-kapal kami (akan tetap) di sana...kami tidak akan bergerak mundur meski satu inci," kata Duterte, dikutip Sputniknews.

Presiden Filipina tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memulai perang dengan China. Sebaliknya, ia meminta agar China juga menghormati kedaulatan nasional Filipina di Laut China Selatan.


Pertempuran Israel-Hamas Masuki Hari Kelima, Jumlah Korban Tewas Meningkat

"Saya tidak ingin perselisihan, saya tidak ingin ada permasalahan. Saya menghormati posisi anda dan anda menghormati (posisi) saya. Kita tidak akan berperang," tegasnya.

"Saya tidak dapat menarik mundur (pasukan). Anda bisa bunuh saya jika anda mau, tapi saya akan tetap disini. Ini adalah dimana persahabatan kita akan berakhir," lanjut Duterte.

Seperti diketahui, ratusan kapal milik China diketahui berada di wilayah Whitsun Reef yang berada di dalam wilayah teritorial Filipina pada bulan lalu, dimana hal tersebut memicu respon dari Manila. Pemerintah Filipina kemudian mengerahkan pasukannya untuk berpatroli di wilayah tersebut, yang masih berada di dalam zona ekonomi eksklusifnya.

Aktivitas militer Filipina tersebut memicu protes dari pemerintah China. Beijing meminta Manila untuk menghentikan aktivitas yang menurut mereka dapat membuat situasi sengketa Laut China Selatan menjadi semakin rumit.

Hamas Berhasil Serang Fasilitas Pabrik Kimia Israel

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×