logo


ICW Sebut Dewas KPK Berubah Jadi Tempat Stempel Kebijakan Kontroversi Pimpinan

Kurnia mengatakan bahwa TWK tersebut melanggar hukum

14 Mei 2021 09:15 WIB

sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/kpk-tanggapi-pkpu-luluskan-eks-koruptor-maju-pilkada-2020-enggak-ada-yang-lain.html
sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/kpk-tanggapi-pkpu-luluskan-eks-koruptor-maju-pilkada-2020-enggak-ada-yang-lain.html

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dewan Pengawas KPK, Indriyanto Seno Adji, menilai penonaktifan 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sudah melewati prosedur hukum yang layak. Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan bahwa Dewas KPK menjadi pemberi stempel kebijakan kontroversial.

"Saat ini Dewan Pengawas bukan lagi bertindak sebagai instrumen pengawas di KPK, melainkan sudah berubah menjadi tempat stempel kebijakan kontroversi pimpinan," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, kepada wartawan, Kamis (13/5).

Kurnia mengatakan bahwa TWK tersebut melanggar hukum.


Dugaan Dendam Pribadi Firli ke Novel dkk Disebut Perkeruh Suasana, PPP: Tidak Ada Manfaatnya!

"Betapa tidak, Tes Wawasan Kebangsaan ini secara terang benderang melanggar hukum, sebab tidak diatur dalam UU 19/19 dan PP 41/20," ujarnya.

Kurnia menyebut Dewas KPK seperti tidak melihat kejanggalan TWK dan penonaktifan 75 pegawai KPK.

"Bahkan, putusan MK telah menegaskan bahwa alih status kepegawaian KPK tidak boleh merugikan hak-hak pegawai. Namun Dewan Pengawas seakan tutup mata, bahkan terlihat mendukung upaya pimpinan menonaktifkan 75 pegawai KPK," imbuhnya.

Sebelumnya, Anggota Dewas KPK Indriyanto Seno Adji menilai penonaktifan 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK sudah sesuai prosedur.

"Ini prosedur hukum yang wajar atau layak yang juga sama ditempuh oleh Kementerian atau lembaga lainnya, demikian juga halnya dengan KPK," kata Indriyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (13/5).

Geram Novel dkk Dinonaktifkan, Faisal Basri: Ayok Boikot Bank BUMN-Non BUMN yang...

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×