logo


Pakar Pidana: Penyitaan Aset Terkait Kasus Asabri-Jiwasraya Diperlukan untuk Pembuktian

Demi membuat terang benderang perkara ini, penyitaan aset memang sangat diperlukan

12 Mei 2021 12:49 WIB

liputan6.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menanggapi polemik penyitaan yang dilakukan oleh Tim Penyidik Kejagung terkait kasus Jiwasraya-Asabri.

Suparji menilai bahwa penyitaan tersebut diperlukan demi membuat terang benderang perkara. Maka, ia mengapreasiasi langkah Kejagung tersebut.

"Demi membuat terang benderang perkara ini, penyitaan aset memang sangat diperlukan. Maka langkah yang diambil Tim Penyidik Kejagung perlu diapresiasi," kata Suparji dalam keterangan persnya, Rabu (12/05/2021).


Erick Thohir Berhentikan Direksi, Perubahan Nomenklatur Jabatan, dan Pengangkatan PT ASABRI

Ia juga menegaskan bahwa barang yang disita bisa dijadikan barang bukti. Tentu untuk menguatkan dakwaan terhadap pihak yang diproses terkait kasus ini.

"Semua yang disita bisa dijadikan untuk pembuktian yang kemudian untuk menguatkan dakwaan," terangnya.

"Penyitaan aset juga untuk pengembalian kerugian negara jika terjadi korupsi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian nasional," ucapnya.

Namun demikian, ia berharap Kejagung juga dapat memisahkan mana harta yang bukan hasil korupsi dan mana yang bukan. Jika harta yang bukan hasil korupsi, maka sebaiknya dikembalikan terhadap yang bersangkutan.

Soal keberatan karena penyitaan, menurut Suparji, semuanya harus proporsional dan obyektif sehingga proses hukum dapat tegak hukum di atas nilai keadilan, kepastian, dan kemanfaatan

Perusahaan Tak Sehat, 2 Direksi Asabri Dicopot

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×