logo


Ada 4.123 Pemudik Positif Covid-19, Pakar Epidemiologi: Informasinya Tidak Bisa Dipercaya

Pemerintah menyebut ada 60 persen lebih pemudik yang dikonfirmasi positif Covid-19

12 Mei 2021 10:00 WIB

Test Covid-19
Test Covid-19 ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah menyebut ada 4.123 pemudik yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes acak yang dilakukan. Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, menilai informasi tersebut tidak akuran.

"Informasi tidak akurat. Ya tidak bisa (mewakili kondisi riil)," kata Pandu seperti diberitakan Detikcom, Rabu (12/5).

Pandu mempertanyakan tujuan dari tes tersebut dan bagaimana cara memilih orang yang dites.


Fahira Idris: Idul Fitri Tahun Ini Kita Masih Harus Menahan Diri

"Pertama, tujuan tes itu apa? Bagaimana pilih orang yang dites, pasti tidak pakai prinsip random sampling, jadi bisa disimpulkan pada pemudik secara keseluruhan. Lalu metode tes pakai apa? Apakah akurat? Biasanya tidak pakai cara akurat sehingga banyak false positive," kata Pandu.

"Jadi informasinya tidak bisa dipercaya," sambungnya.

Menurutnya, data mengenai pemudik yang positif Covid-19 berlebihan. Pandu menduga angka positif tidak sampai mencapai angka tersebut.

"Sangat overestimated, tidak mungkin setinggi itu," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan telah melakukan tes acak Covid-19. Ada 60 persen lebih pemudik yang dikonfirmasi positif Covid-19.

"Secara umum pengetatan yang dilakukan oleh Polri di 381 lokasi, dan Operasi Ketupat kemarin jumlah pemudik yang di-random testing dari 6.742, konfirmasi positifnya 4.123 orang," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran pers, Senin (10/5).

"Dan dilakukan isolasi mandiri 1.686 orang dan dirawat 75 orang," lanjut Airlangga.

Sajikan Kualitas Terbaik, KL Production Jadi Solusi Kegiatan Virtual di Masa Pandemi

Halaman: 
Penulis : Admin
 
×
×