logo


Novel Baswedan: Perjuangan Antikorupsi Dimusuhi di Negeri Sendiri Justru Dihormati di Internasional

Novel Baswedan bersama 74 pegawai KPK lainnya yang tidak lolos TWK dinonaktifkan KPK

12 Mei 2021 09:29 WIB

Novel Baswedan
Novel Baswedan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyidik senior KPK Novel Baswedan bersama 74 pegawai KPK lainnya dinyatakan tidak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang menjadi syarat alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN). Alhasil, Novel dan 74 pegawai lain yang tidak lolos itu resmi dinonaktifkan oleh KPK.

Novel mengatakan bahwa TWK bukan tes kompetensi atau seleksi. Novel menyebut pegawai KPK menjadi ASN hanya bersifat peralihan.

"TWK bukan tes kompetensi atau tes untuk seleksi. Dalam UU 19/2019 dan Putusan MK jelaskan peg KPK menjadi ASN hanya bersifat peralihan yang tidak boleh merugikan pegawai KPK. Tapi digunakan untuk singkirkan 75 peg, beberapa sedang tangani kasus besar," kata Novel seperti dilihat di akun Twitternya, Rabu (12/5).


Desak Jokowi Evaluasi Tes KPK, Alissa Wahid: Pertanyaannya Sarat Pelecehan Terhadap Perempuan

Novel kemudian menanggapi cuitan dari warganet yang menyatakan dirinya mendapat penghargaan. Novel menilai perjuangan antikorupsi seperti dimusuhi.

"Apa nggak aneh, perjuangan antikorupsi seperti dimusuhi di negeri sendiri, justru dihormati di internasional," lanjut cuit @nazaqistsha.

Ada Dendam Pribadi Terkait Penonaktifan Novel Baswedan dkk, Firli Disebut Boneka yang Digerakkan Banyak Orang

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata