logo


Desak Jokowi Evaluasi Tes KPK, Alissa Wahid: Pertanyaannya Sarat Pelecehan Terhadap Perempuan

Alissa Wahid juga meminta kepada Jokowi dan DPR untuk mengembalikan independensi KPK

12 Mei 2021 08:00 WIB

Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang juga Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid.
Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang juga Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid. nu.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koordinator Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid meminta Presiden Joko Widodo melakukan evaluasi terhadap proses tes wawasan kebangsaan pegawai KPK untuk alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN). Ia menyebut tes wawasan kebangsaan tersebut cacat moral.

"Meminta Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan evaluasi total dan tidak menggunakan hasil penyelenggaraan tes wawasan kebangsaan yang cacat moral untuk menyeleksi pegawai KPK," kata Alissa Wahid dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/5/2021).

Alissa Wahid melihat ada yang janggal terkait pertanyaan-pertanyaan yang ada pada tes tersebut. Bukannya terkait komitmen pemberantasan korupsi, pertanyaan di tes KPK dinilai diskrimatif dan sarat pelecehan terhadap perempuan seperti kesediaan poligami, melepas jilbap, hingga pertanyaan kapan menikah.


Penonaktifan Novel Baswedan dkk Kewenangan KPK, BKN Tegaskan Tak Ikut Campur

"Pertanyaan-pertanyaan tersebut sarat diskriminasi, pelecehan terhadap perempuan, dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia," ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta kepada Jokowi dan DPR untuk mengembalikan independensi KPK. Menurutnya, revisi UU KPK menunjukkan pelemahan KPK yang sangat nyata.

"Pelemahan terhadap KPK menjadi indikasi berkurangnya komitmen pemberantasan korupsi yang membahayakan masa depan bangsa dan negara," pungkasnya.

Heran KPK Buru-buru Nonaktifkan Novel Baswedan dkk, PKS: Absurd dan Tidak Peka!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati