logo


Heran KPK Buru-buru Nonaktifkan Novel Baswedan dkk, PKS: Absurd dan Tidak Peka!

Mardani mempertanyakan kepentingan mendesak apa yang membuat KPK harus menonaktifkan 75 pegawainya

12 Mei 2021 06:30 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku heran dengan keputusan KPK yang terkesan buru-buru menonaktifkan penyidik senior Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK lainnya yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan alih status menjadi aparatur sipi negara (ASN). Ia pun menduga ada pesanan dari pihak tertentu terkait penonaktifan tersebut.

"Ada apa dengan KPK? Apa ada pesanan? Tidak mengindahkan masukan dan kritikan, 75 pegawainya tidak menunggu lama dinonaktifkan," kata Mardani Ali Sera seperti dilansir detikcom, Selasa (11/5/2021) malam.

Mardani mempertanyakan kepentingan mendesak apa yang membuat KPK harus menonaktifkan 75 pegawainya. Padahal, kata Mardani, pegawai KPK tengah dituntut membongkar sejumlah kasus korupsi di negeri ini.


Novel Baswedan dkk Dinonaktifkan, WP KPK Melawan: Kita Akan Lakukan Konsolidasi

"Ada kepentingan mendesak apakah hingga buru-buru membuat keputusan itu? Di tengah tuntutan publik untuk membongkar kasus, penyia-nyiaan 75 pegawai KPK didasari tes yang dipertanyakan banyak pihak adalah absurd dan tidak peka," ujarnya.

Ia pun meminta agar publik mengawal kasus penonaktifan pegawai KPK yang dinilainya tidak masuk akal.

"Publik harus terus mengawal kasus ini," tandasnya.

Sebelumnya, plt juru bicara KPK Ali Fikri membantah 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan dinonaktifkan. Ia menyebut Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 hanya meminta 75 pegawai KPK tersebut menyerahkan tugas kepada pimpinannya.

"Dalam surat tersebut, pegawai diminta untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada atasan langsung, sampai dengan ada keputusan lebih lanjut," kata Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (11/5).

Penonaktifan Novel Baswedan dkk Kewenangan KPK, BKN Tegaskan Tak Ikut Campur

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×