logo


Beijing Hentikan Dialog Ekonomi dengan Canberra, Ekspor Biji Besi Australia Terdampak?

Dihentikannya dialog ekonomi strategis kedua negara jelas berdampak signifikan terhadap ekspor Australia, mengingat China adalah salah satu pasar terbesar mereka.

10 Mei 2021 20:01 WIB

Pelabuhan Shanghai, China
Pelabuhan Shanghai, China istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Pemeritah China telah memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas yang berada di bawah Dialog Ekonomi Strategis China-Australia, dimana hal tersebut memiliki dampak yang sangat signifikan dalam sektor perdagangan kedua negara, termasuk ekspor biji besi Australia.

"Belakangan ini beberapa pejabat Pemerintahan Persemakmuran Australia telah meluncurkan serangkaian kebijakan yang mengganggu perdagangan dan kerjasama normal antara China dan Australia," demikian pernyataan Komisi Pengembangan dan Reformasi Nasional China (NDRC) dalam sebuah pernyataan singkat yang dirilis pada Kamis pekan lalu.

NDRC juga menuding pemerintah Australia telah mengadopsi mental pemikiran perang dingin dan diskriminasi ideologi.


5G Belum Hadir di Banyak Negara, China Sudah Miliki 35 Persen Hak Paten Teknologi 6G

Seperti diketahui, hubungan bilateral kedua negara sudah mulai memanas sejak 2018 saat Australia menjadi negara pertama yang melarang penggunaan teknologi Huawei dalam infrastruktur jaringan 5G. Hubungan kedua negara semakin memburuk pada tahun 2020 lalum, saat Australia meminta dilakukannya investigasi independen untuk menguak asal-usul wabah Covid-19 di Wuhan, dimana hal tersebut memicu kemarahan dari China. Beijing kemudian mengambil tindakan balasan dengan membatasi aliran komoditas ekspor Australia yang masuk ke China.

China sendiri merupakan salah satu pasar ekspor terbesar Australia, dimana antara Maret 2020 hingga Maret 2021 yang lalu, nilai ekspor barang Australia ke pasar China mencapai US$ 115,04 miliar, dimana biji besi merupakan komoditas utamanya.

Menang Pemilu, Nicola Sturgeon Janji Bawa Skotlandia Merdeka

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×