logo


5G Belum Hadir di Banyak Negara, China Sudah Miliki 35 Persen Hak Paten Teknologi 6G

China dikabarkan sudah memiliki 35 persen dari total 38 ribu hak paten teknologi jaringan 6G. Menjadikannya negara terdepan dalam persaingan global pembangunan teknologi jaringan dengan kecepatan transfer data mencapai 50 GB/detik tersebut.

10 Mei 2021 19:14 WIB

Ilustrasi Jaringan 6G
Ilustrasi Jaringan 6G istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China (CNIPA) menyatakan bahwa China saat ini berada di posisi terdepan dalam persaingan global teknologi jaringan 6G dengan sudah memiliki 35 persen dari 38 ribu hak paten teknologi tersebut. Sementara itu, kompetitor terdekatnya, Amerika Serikat, sejauh ini dikabarkan baru berhasil memiliki 18 persen hak paten teknologi 6G.

China juga dikabarkan sudah menguasai hak paten yang berkaitan dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence, meskipun sejauh ini masih belum jelas bagaimana teknologi AI dimanfaatkan dalam pengadaan jaringan yang berjalan pada gelombang terahertz tersebut. Negeri Tirai Bambu juga berharap dapat membangun dan memulai penggunaan jaringan 6G pada tahun 2030 mendatang, dimana kecepatan transfer datanya diyakini bisa menembus 50 gigabyte per detik.

Para insinyur China juga telah memulai program uji coba teknologi tersebut dengan meluncurkan satelit 6G pertama ke luar angkasa pada tahun 2020 lalu. Satelit tersebut diluncurkan untuk melakukan uji coba atas gelombang frekuensi terahertz dan kemungkinan penggunaan gelombang tersebut dalam proses transfer data.


Idul Fitri, Taliban Hentikan Serangan di Afghanistan Selama Tiga Hari

"Satelit eksperimen ini menandai pertama kalinya teknologi komunikasi terahertz akan diverifikasi saat diaplikasikan di luar angkasa," kata Xu Yangsheng, seorang peneliti di Akademi Teknik China kepada CCTV, dikutip Sputniknews.

Di saat bersamaan, teknologi jaringan 5G saat ini masih belum diaplikasikan secara maksimal dimana proses pemasangan dan pembangunan jaringan infrastruktur 5G di banyak negara terpaksa ditunda akibat situasi pandemi Covid-19.

 

Hubungan Rusia dengan Negara Barat Sedang Panas, Putin Malah Pamerkan Kekuatan Militernya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×