logo


PM Vietnam Khawatir Peningkatan Kasus Covid-19 Berdampak terhadap Stabilitas Politik

Munculnya sebuah klaster Covid-19 baru pada akhir bulan lalu membuat Perdana Menteri Pham Minh Chinh khawatir jika hal itu berdampak terhadap stabilitas politik di Vietnam

10 Mei 2021 14:00 WIB

Vietnam
Vietnam the Jakarta Post

HANOI, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh mengatakan bahwa peningkatan kasus infeksi Covid-19 dapat mengancam stabilitas politik jika tidak segera terkendali. Hal itu ia sampaikan usai Kementerian Kesehatan melaporkan 102 kasus infeksi Covid-19 tambahan pada Minggu (9/5).

"Resiko penyebaran virus ke seluruh penjuru negeri sangat tinggi," kata Chinh pada Mainggu (9/5), dikutip Reuters.

"Kita perlu mengeluarkan kebijakan yang lebih ketat untuk menekan wabah (Covid-19)," tambahnya.


Lukashenko Serahkan Kekuasaan kepada Dewan Keamanan Belarus Jika Tak Lagi Mampu menjadi Presiden

Kementerian Kesehatan Vietnam melaporkan dengan tambahan 102 kasus infeksi tersebut, total kasus infeksi Covid-19 di Vietnam kini mencapai 3.332 dengan 35 kematian.

Vietnam sendiri merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang dinilai berhasil menangani situasi wabah Covid-19 dengan sangat efektif berkat program pemeriksaan kesehatan secara massal dan pemberlakuan aturan lockdown serta karantina yang ketat.

Meski demikian, sebuah klaster baru muncul pada akhir bulan lalu dan menyebar secara cepat ke sejumlah wilayah, dengan menginfeksi 333 warga di 25 kota dan provinsi, termasuk ibu kota Hanoi.

"Jika wabah menyebar ke seluruh penjuru negeri, maka ini akan berdampak terhadap stabilitas politik, kesehatan rakyat dan konsekuensinya tidak dapat diprediksi," tukasnya.

60 Persen Warga Jepang Tolak Olimpiade, PM Suga: Saya tak Pernah Mengutamakan Olimpiade

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×