logo


Kritik Pengumpat Prokes Jadi Duta, Pakar: Tidak Bisa dengan Alasan Sedang Viral, Efeknya Nol

Tidak masalah duta dipilih dari kalangan bawah, asalkan sosok tersebut mampu menggerakan dan mendekati masyarakat secara natural

10 Mei 2021 06:30 WIB

Masker N95
Masker N95 istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pakar Administrasi Publik Unair Falih Suaedi mengaku heran dengan  pengumpat protokol kesehatan (prokes) yang justru dijadikan duta prokes. Hal tersebut ia sampaikan menanggapi penunjukan duta prokes kepada pemuda yang melarang penggunaan masker di Masjid Al Amanah Bekasi dan seorang pengunjung mall di Surabaya yang menghina pengguna masker.

Falih Suaedi menilai duta prokes tersebut tidak akan memberi efek apapun kepada masyarakat. Menurutnya, duta prokes harus dipilih dari seseorang yang berkepribadian baik dan memiliki kepedulian yang tinggi.

"Kalau para pelanggar justru dijadikan duta, saya melihatnya itu hal yang sia-sia, efeknya nol," kata Falih dilansir Suara.com, Minggu (9/5/2021).


Pria yang Sebut Pengunjung Mal Bermasker Bodoh Disanksi Beri Makan ODGJ

Falih berpendapat bahwa seorang duta harus bisa memberikan motivasi kepada masyarakat agar bisa bersikap seperti dirinya. Namun publik saat ini sudah tahu bahwa duta tersebut tidak memiliki kepribadian yang baik lantaran pernah mengumpat protokol kesahatan Covid-19.

"Jadi, tidak bisa kita mengangkat duta dengan alasan sosok itu terkenal atau sedang viral," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai tidak masalah duta dipilih dari kalangan bawah. Asalkan sosok tersebut mampu menggerakan dan mendekati masyarakat secara natural. Ia yakin masyarakat akan lebih mudah mengikuti apa yang benar-benar tulus dilakukan oleh sang duta.

"Jadi, yang terpenting dari sosok duta adalah benar-benar melakukannya secara konsisten dalam kehidupan nyata. Ketika melihat bahwa ada orang lain dari kalangan bawah (yang melakukan sesuatu), maka hati kita akan tersentuh, ikut tergerak melakukan (hal yang sama)," pungkasnya.

 

Polisikan Penyebar Video Gubernur Maluku Bentak Protokoler Istana, PDIP Sebut Video Tak Sesuai Fakta

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×