logo


Tsunami Covid-19, AS Minta Staf Kedubes Segera Tinggalkan Wilayah Nepal

Meningkatnya jumlah infeksi Covid-19 harian di Nepal membuat pemerintah AS mengijinkan staf kedubesnya untuk meninggalkan negara tersebut

9 Mei 2021 09:15 WIB

Pasien Covid-19 di Nepal terpaksa dirawat di luar ruangan menyusul keterbatasan ruang perawatan akibat meningkatnya jumlah kasus infeksi Covid-19 secara signifikan belakangan ini
Pasien Covid-19 di Nepal terpaksa dirawat di luar ruangan menyusul keterbatasan ruang perawatan akibat meningkatnya jumlah kasus infeksi Covid-19 secara signifikan belakangan ini istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat (8/5) memutuskan untuk mengijinkan diplomat beserta keluarga staf kantor kedutaan besar AS di Kathmandu untuk keluar dari wilayah Nepal dengan biaya pemerintah menyusul terjadinya peningkatan kasus infeksi Covid-19 yang signifikan di negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri AS juga menyarankan kepada masyarakat AS untuk sementara waktu tidak berkunjung ke Nepal dan meminta warga AS yang ingin keluar dari Nepal untuk segera menyerahkan dokumen informasi ke kantor kedubes AS. Dengan hal itu, pihak kedutaan besar AS kemungkinan akan menyewa sejumlah penerbangan untuk mengangkut warganya dari Nepal mengingat penerbangan komersil dari dan menuju Nepal sudah dihentikan.

"Pada 7 Mei, Kementerian Luar Negeri mengijinkan keberangkatan secara suka rela anggota keluarga staf pemerintah AS, dan staf pemerintah AS non-esensial dari Nepal," demikian pengumuman Kementerian Luar negeri AS dikutip CNA.


Irlandia Ijinkan Pendatang dari Austria dan Italia Masuk Tanpa Karantina

"Penerbangan komersial reguler keberangkatan dari Nepal saat ini tidak tersedia. Warga AS yang ingin meninggalkan Nepak harus mendaftarkan diri ke kantor Kedutaan besar," tambahnya.

Nepal belakangan ini mengalami peningkatan kasus infeksi Covid-19 yang signifikan dengan menyebarnya varian baru Covid-19 India. Dokter dan petugas medis di Nepal juga telah memperingatkan bahwa jumlah kasus infeksi harian sudah menembus rekor dimana fasilitas rumah sakit yang ada di negara tersebut mulai kehabisan ruang perawatan dan pasokan oksigen.

 

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab Kecam Tindakan Israel Mengusur Pemukiman Warga Palestina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×