logo


Jika Novel Baswedan Disingkirkan, Abraham: Apakah Masih Ada OTT Sekelas Menteri

Diketahui, 75 pegawai yang tidak lolos itu salah satunya adalah penyidik senior KPK Novel Baswedan

8 Mei 2021 14:38 WIB

Mantan Ketua KPK Abraham Samad
Mantan Ketua KPK Abraham Samad Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Ketua KPK, Abraham Samad, menilai ada target yang berusaha disingkirkan di tubuh KPK melalui tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status sebagai aparatur sipil negara (ASN). Abraham menyebut tidak lulusnya 75 pegawai KPK dalam TWK adalah buntut dari revisi UU KPK.

"Sebenarnya kejadian hari ini polemik berita ketidaklulusan teman-teman kita dari hasil tes kebangsaan bukalah ujug-ujug seperti yang ada sekarang ini. Menurut saya, ini ada semacam sebuah keinginan atau semacam skenario, karena apa, sejak revisi UU di dalamnya kan salah satunya mengisyaratkan tentang mereka nanti pegawainya beralih menjadi ASN," kata Abraham dalam diskusi Polemik MNC Trijaya berjudul 'Dramaturgi KPK', Sabtu (8/5).

"Pada saat itu ada semacam tujuan menurut saya men-screening pegawai-pegawai KPK agar mungkin dimaksudnya yang diharapkan bisa lanjut menjadi pegawai KPK adalah orang-orang yang bisa dianggap tidak membahayakan pemberantasan korupsi," sambungnya.


Ada Pertanyaan Soal Jilbab di Tes ASN KPK, Fadli Zon: Jelas Pelanggaran

Menurutnya, 75 orang yang tidak lulus itu dianggap sosok yang tidak bisa diintervensi dalam memberantas korupsi. Diketahui, 75 pegawai yang tidak lolos itu salah satunya adalah penyidik senior KPK Novel Baswedan.

"Melihat dan membaca 75 orang yang dinyatakan tidak lulus, saya bertanya-tanya, ini ada apa sebenarnya, apakah skenario ini memang ditujukan untuk menyingkirkan 75 orang ini," ungkap Abraham.

"Tes wawasan kebangsaan ini jangan-jangan memang bertujuan menyingkirkan 75 orang ini. Kenapa ada dugaan begitu karena saya tahu persis bahwa 75 orang ini dikenal tanpa kompromi memberantas korupsi, tanpa pandang bulu, orang-orang yang kita harapkan masih bisa menjaga marwah KPK," sambungnya.

Sebut KPK Bobrok Sejak Dulu, Teddy PKPI: Mereka Bertahan karena Sensasi dan Drama

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×