logo


Desak Negara Muslim Teruskan Perjuangan Lawan Israel, Khamenei: Mimpi Buruk bagi Para Zionis

Pemimpin tertinggi Iran menyebut kerjasama negara-negara muslim terhadap Palestina adalah mimpi buruk Israel

7 Mei 2021 21:00 WIB

The Independent

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei pada Jumat (7/5) meminta negara-negara muslim di dunia untuk tetap berjuang melawan Israel. Menurutnya, Israel bukanlah sebuah negara melainkan "benteng teroris" terhadap rakyat Palestina.

"Perjuangan melawan rezim yang zalim ini adalah perjuangan melawan penindasan dan melawan terorisme, dan ini adalah tugas kita semua untuk berjuang melawan rezim ini," kata Khamenei dalam pidatonya, dikutip Reuters.

Seperti diketahui, perlawanan terhadap Israel adalah salah satu hal yang wajib dilakukan oleh umat Syiah Iran, yang selama ini mendukung Palestina dan kelompok-kelompok militan yang menolak berdamai dengan negara Yahudi tersebut.


Seperti Varian Covid-19 Inggris, Peneliti Bilang Varian India Juga Sangat Mengkhawatirkan

"Kerja sama negara-negara muslim terhadap Quds (Jerusalem) adalah mimpi buruk bagi para Zionis," tambahnya.

Sementara itu, menghadapi ancaman serangan dari Iran yang semakin meningkat, Israel saat ini juga berupaya mengantisipasinya dengan meningkatkan intensitas serangan udara ke sejumlah fasilitas yang mereka yakini sebagai milik Iran di Lebanon dan Suriah.

Pada bulan lalu, Brigadir Jenderal Yossi Kuperwasser, mantan salah satu petinggi intelijen Israel, mengatakan bahwa fokus serangan Israel hanya akan ditujukan kepada fasilitas-fasilitas yang memiliki dampak strategis.

"Kami ingin mencegah Iran menjadikan Suriah sebagai basis militer mereka yang sangat dekat dengan Israel, dimana hal itu bisa membawa sebuah perubahan strategis yang sangat drastis dalam situasi ini...Oleh sebab itu kami akan terus menghantam basis militer Iran sehingga mereka tidak dapat mengambil alih negara (Suriah)," katanya.

Junta Militer Myanmar Ijinkan ASEAN Kirim Perwakilan Jika Situasi Sudah Aman dan Stabil

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia