logo


Junta Militer Myanmar Ijinkan ASEAN Kirim Perwakilan Jika Situasi Sudah Aman dan Stabil

Juru bicara junta militer Myanmar mengatakan bahwa pihaknya bersedia berkoordinasi dengan perwakilan khusus yang ditugaskan oleh ASEAN jika kondisi Myanmar sudah aman dan stabil

7 Mei 2021 20:45 WIB

Warga sipil Myanmar bentrok dengan militer
Warga sipil Myanmar bentrok dengan militer istimewa

YANGON, JITUNEWS.COM - Seorang juru bicara junta militer Myanmar mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk men-stabilkan situasi Myanmar terlebih dahulu sebelum mengijinkan perwakilan ASEAN untuk datang.

"ASEAN ingin mengirimkan seorang perwakilan khususnya ke Myanmar dan junta militer bersedia berkooperasi dengan perwakilan tersebut saat tingkat keamanan dan stabilitas (di Myanmar) sudah tercapai," kata Major Kaung Htet San, juru bicara Dewan Militer Myanmar, dikutip Reuters.

Sejauh ini, situasi di Myanmar semakin mencekam dimana krisis politik yang terjadi pasca pengambilalihan pemerintahan terpilih melalui kudeta yang dilakukan oleh pihak miloiter berpotensi meningkat menjadi sebuah perang saudara. Hal tersebut sangat bisa terjadi mengingat gerakan pembangkangan yang dilakukan oleh para aktivis dan warga sipil yang menolak pemerintahan junta militer sudah mendapat dukungan dari beberapa kelompok pemberontak bersenjata.


Negara Eropa Desak Israel Hentikan Pembangunan Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Pada akhir bulan lalu, sebuah pos penjagaan milik militer Myanmar yang berada tak jauh dari perbatasan Thailand dikabarkan telah diserang oleh pasukan pemberontak Karen (KNU). Pasukan pemberontak tertua di Myanmar tersebut mengatakan bahwa mereka berhasil mengambil alih kamp milik militer Myanmar itu.

"Pasukan KNU berhasil mengambil alih pos penjagaan sekitar pukul 5 hingga 6 pagi," kata Saw Taw Nee, salah satu pemimpin pasukan pemberontak tersebut kepada Reuters.

Ia juga mengatakan bahwa kamp militer tersebut sudah diambil alih dan dihancurkan.

Sebelumnya, pasokan logistik dan bahan pangan menuju pangkalan militer Myanmar di garis perbatasan Thailand tersebut sudah terblokir usai dikepung oleh pasukan KNU selama beberapa pekan terakhir.

Seperti Varian Covid-19 Inggris, Peneliti Bilang Varian India Juga Sangat Mengkhawatirkan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia