logo


Pegawai KPK Ditanya Soal Qunut, Muhammadiyah Tanggapi Begini

Dadang menyebut pertanyaan itu terkesan memaksakan ideologi.

7 Mei 2021 07:30 WIB

Dadang Kahmad
Dadang Kahmad ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Dadang Kahmad menilai doa Qunut seharusnya tidak dijadikan pertanyaan dalam tes alih pegawai KPK menjadi ASN. Dia menyebut pertanyaan itu terkesan memaksakan ideologi.

"Kalau menjadi pertanyaan kan memaksakan ideologi, seperti memaksakan kehendak. Yang disebut radikal itu kan yang memaksakan keyakinan pada orang lain," kata Dadang, dilansir dari suara.com, Jumat (7/5).

Dadang menerangkan, pembacaan Qunut dalam Salat Subuh tidak wajib bagi warga Muhammadiyah.


Heran Ada Soal Qunut di Tes ASN, MUI: KPK Jadi Lembaga yang Memecah Belah Umat

"Yang tertera dalam pedoman hasil keputusan tarjih bahwa Qunut itu tidak hanya di (Salat) Subuh saja. Tidak didawamkan, yaitu dilakukan terus menerus menjadi sebuah kewajiban atau menjadi sesuatu yang melekat," ujarnya.

Seperti diberitakan, pertanyaan mengenai Qunut hingga urusan pernikahan muncul dalam tes alih status pegawai KPK menjadi ASN.

"Ya ditanya (Salat) Subuh-nya pakai Qunut apa nggak? Ditanya Islam-nya Islam apa? Ada yang ditanya kenapa belum nikah, masih ada hasrat apa nggak?" tutur pegawai KPK itu, Rabu (5/5).

Tes Wawasan Kebangsaan di KPK: Upaya Singkirkan Novel Baswedan Cs

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×